Nelayan Bengawan Solo di Blora Terima Bantuan Perahu dan Alat Tangkap Ikan dari Pemerintah
Selasa, 29 Oktober 2019 15:00 WIBOleh Priyo SPd Editor Imam Nurcahyo
Blora - Rasa senang sekaligus bahagia terpancar dari wajah para nelayan Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Blora, khususnya para nelayan dari Desa Nglanjuk dan Desa Jipang Kecamatan Cepu, serta nelayan dari Desa Ketuwan dan Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. Pada Senin (28/10/2019), mereka menerima bantuan perahu yang dilengkapi mesin, dan alat penangkap ikan dari Pemerintah Kabupaten Blora, melalui Dinas Peternakan dan Perikanan. Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati H Arief Rohman MSi, didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, drh R Gundala Wijasena MP.
Penyerahan dipusatkan di Balaidesa Nglanjuk Kecamatan Cepu, disaksikan Camat Cepu, Camat Kedungtuban, serta para kepala desa dari empat desa asal nelayan.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, drh R Gundala Wijasena MP, saat diknfirmasi mengatakan bantuan perahu, mesin dan alat penangkap ikan ini merupakan wujud perhatian Pemerintah untuk memajukan sektor perikanan di Kabupaten Blora, khususnya para nelayan sungai Bengawan Solo.
“Kabupaten Blora ini tidak punya laut, namun punya pantai. Pantainya panjang di sepanjang Sungai Bengawan Solo yang memiliki potensi perikanan begitu besar. Bantuan ini diserahkan kepada para nelayan dari empat desa, dimana mereka telah tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUB) di masing masing desanya. Jadi bukan untuk individu, melainkan kelompok,” kata drh R Gundala Wijasena MP, Selasa (29/10/2019)
Dirinya menyampaikan bahwa jumlah perahu yang diserahkan sebanyak 40 buah. Masing-masing KUB menerima 10 perahu lengkap dengan mesin perahu dan alat penangkap ikannya. Adapun anggarannya berasal dari DAK APBD 2019 senilai Rp 450 juta.
“Per desa ada satu KUB. Per KUB nya ada 20 nelayan, jadi jika per KUB dapat bantuan 10 perahu, satu perahunya bisa dipakai 2 nelayan secara bergantian untuk mencari ikan,” tutur drh R Gundala Wijasena MP, melanjutkan.
Wakil Bupati H Arief Rohman MSi, usai serahkan bantuan perahu yang dilengkapi mesin, dan alat penangkap ikan kepada nelayan Bengawan Solo. Senin (28/10/2019)
Penyerahan di balai desa dilakukan secara simbolis oleh Waki Bupati Blora Artief Rohman dengan memberikan dayung perahu. Usai penyerahan simbolis, dilanjutkan peninjauan lapangan guna melihat bentuk fisik perahu di tepi Sungai Bengawan Solo yang berjarak sekitar 300 meter dari Balaidesa Nglanjuk.
“Mewakili Bapak Bupati, kami ucapkan selamat untuk teman-teman nelayan di Nglanjuk, Jipang, Ketuwan, dan Panolan yang telah menerima perahu baru berikut mesin dan alat tangkap ikannya. Gunakan sebagaimana mestinya, jangan dijual apalagi didiamkan. Harus bisa lebih produktif lagi,” kata Wakil Bupati.
Wakil Bupati juga meminta agar Dinas Peternakan dan Perikanan bisa mendampingi pengolahan pasca panennya. Setelah dapat ikan, ikannya mau diapakan saja. Dinas Peternakan dan Perikanan diminta untuk mengawalnya, bisa kerjasama dengan Dindagkop UKM atau OPD lainnya.
“Sungai Bengawan Solo ini terkenal dengan ikan jendhilnya. Ini bisa menjadi kuliner khas yang menarik bagi pecinta kuliner. Tinggal bagaimana caranya agar bisa diolah dengan baik. Sektor kuliner ini sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi desa. Sehingga nelayan juga harus diajari cara mengolah ikan hasil tangkapannya,” kata Wakil Bupati.
Apalagi sebentar lagi akan ada bandara di Kabupaten Blora, tepatnya di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu. "Sehingga dipastikan akan banyak tamu yang datang, cari kuliner khas daerah." kata Wakil Bupati.
Badri, selaku Ketua KUB Sumber Pangan, Desa Nglanjuk, Kecamatan Cepu, mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Blora yang telah memberikan bantuan perahu, berikut mesin dan alat tangkap ikan.
“Terimakasih Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, terimakasih juga untuk Dinas Peternakan dan Perikanan. Semoga bantuan ini bisa meningkatkan produktivitas kami dalam mencari ikan. Selain ikan jendhil, Bengawan Solo ini juga ada ikan bader, wader, udang, dan kutuk atau ikan gabus,” kata Badri. (teg/imm)