Pagelaran Wayang Kulit HUT Provinsi Jatim dan HJB, Hibur Warga Bojonegoro
Sabtu, 23 November 2019 08:00 WIBOleh Dan Kuswan SPd Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Masih dalam rangka memperingati HUT Provinsi Jatim ke-74 dan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-342, Badan Kordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro, pada Jumat (22/11/2019), menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di halaman kantor setempat.
Pagelaran wayang yang menghadirkan dalang Ki Rudi Gareng dari Blitar, dengan lakon Mbangun Candi Sapto Argo, sangat menghibur para tamu undangan dan warga masyarakat Bojonegoro yang hadir menyaksikan pagelaran tersebut.
Pagelaran wayang tersebut juga dihadiri oleh Bupati Bojonegor, Dr Hj Anna Muawanah; Wakil Bupati Bojonegoro, Drs Budi Irawanto MPd; Kepala Bakorwil Bojonegoro, Drs Abimanyu Ponco Atmojo Iswinarno MM; Sekda Bojonegoro, Dra Nurul Azizah MM; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Jajaran Forkopimda, Kepala OPD, dan Ketua FKUB Bojonegoro dan tamu undangan lainnya.
Bupati Bojonegoro didampingi Kepala Bakorwil Bojonegoro dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, saat menyerahkan gunungan wayang kepada dalang Ki Rudi Gareng dari Blitar, sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang tersebut. Jumat (22/11/2019)
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit tersebut sebagai wujud nguri-uri budaya agat tetap melestarikan budaya Indonesia dan budaya Jawa.
"Kita harus bangga, karena wayang kulit ini adalah produk seni budaya asli Indonesia yang sudah tercatat dan diakui oleh UNESCO salah satu badan PBB dibidang pendidikan, kelimuan, dan kebudayaan." kata Bupati.
Bupati mengungkapkan bahwa dengan menonton dan meresapi cerita pewayangan, masyarakat akan semakin cinta dengan wayang, dimana banyak nilai-nilai luhur dan pitutur, yang bisa dipetik dalam sendi-sendi kehidupan yang nyata sekarang ini.
"Merah hijaunya dunia ini sebenarnya ada di dalam cerita pewayangan," tutur Bupati.
Sementara itu, Kepala Bakorwil Bojonegoro Drs Abimanyu Drs Ponco Atmojo Iswinarno MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pagelaran wayang tersebut merupakan bagian dari sembilan program unggulan Gubernur Jatim "Nawa Bhakti Satya" yaitu Jatim Harmoni.
"Jatim Harmoni yang berarti harmoni sosial, harmoni pengulangan dan pelestarian kebudayaan yang diwujudkan dalam pagelaran wayang di Kabupaten Bojonegoro ini." tutur Drs Abimanyu Drs Ponco Atmojo Iswinarno MM.
Pada kesempatan tersebut, Drs Abimanyu Drs Ponco Atmojo Iswinarno MM juga menceritakan secara ringkas cerita wayang dalam lakon Mbangun Candi Sapto Argo tersebut, yang isinya adalah membangun mental manusia, di mana terjadi peperangan antara Pandawa dan Kurawa, sehingga Pandawa diungsikan. Disaat diungsikan, Arjuna meminta petuah kepada Semar, dan Semar memberikan petuah bijak. Petuah semar yaitu Perbaikilah manusianya, dandani mental manusianya.
"Hal ini sangat relevan sekali dengan gerakan Nasional Revolusi Mental," tutur Drs Abimanyu Drs Ponco Atmojo Iswinarno MM.
Sebelum pagelaran wayang kulit dimulai, Bupati Bojonegor, Dr Hj Anna Muawanah didampingi Kepala Bakorwil Bojonegoro, Drs Abimanyu Ponco Atmojo Iswinarno MM dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, menyerahkan gunungan wayang kepada dalang Ki Rudi Gareng dari Blitar, sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang tersebut. (red/imm)