2020, Pemkab Bojonegoro Anggarkan Rp 75 Miliar untuk Program Petani Mandiri
Selasa, 17 Desember 2019 18:00 WIBOleh Dan Kuswan SPd Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (17/12/2019) bertempat di Pendapa Kantor Kecamatan Temayang, kembali menggelar Sosialisasi Program Petani Mandiri (PPM)
Pada kesempatan tersebut terungkap bahwa pada tahun 2020 mendatang Program Petani Mandiri (PPM) tetap digulirkan dan anggaranya bertambah menjadi Rp 75 miliar .
Kepala Dinas Pertanian Helmy Elisabeth dalam sambutannya mengatakan, bahwa terkait program petani mandiri (PPM) pihaknya sudah menyososialisasikan kepada para petani di 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro .
"Besok adalah yang terahir sedangkan hari ini kita sedang menyosialisasikan di 5 kecamatan yang meliputi Kecamatan Kedungadem, Kecamatan Kepohbaru, Kecamatan Sugihwaras, Kecamatan Temayang, dan Kecamatan Bubulan, sedangkan besok kita akan sosialisasi terahir di Kecamatan Sekar dan Kecamatan Baureno." kata helmy.
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah Bojonegoro saat beri sambutan dalam Sosialisasi Program Petani Mandiri (PPM) di Temayang. Selasa (17/12/2019)
Helmy juga menuturkan bahwa untuk saat ini di Kecamatan Temayang sudah ada sekitar 48 kelompok tani dan 12 gabungan kelompok tani. Menurut Helmy, tidak menutup kemungkinan akan bertambah menyesuaikan dengan hamparan dan luas lahan. Untuk itu pihaknya bersama PPL akan mendampingi kelompok tani dan gapoktan,
Menurut Helmy, bahwa Program Petani Mandiri (PPM) adalah program prioritas Pemkab Bojonegoro dan juga salah satu dari 17 prioritas Pemkab Bojonegoro, melalui Dinas Pertanian
"Pada tahun 2019 Pemkab Bojonegoro telah mengalokasikan anggran 40 miliar rupiah untuk sektor pertanian dengan harapan mengoptimalkan produksi petani Bojonegoro meningkat dan berkembang." tutur Helmy Elisabeth.
Masih menurut Helmy bahwwa bantuan program tersebut bersifat stimulan dan hibah, diterimakan berupa saprodi, pupuk dan benih, yang diterimakan ke kelompok tani.
"Jadi masyarakat petani yang lain mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatakan bantuan ini. Masyarakat atau petani harus gabung ke kelompok tani atau gapoktan." kata Helmy.
Helmy juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2020 mendatang Program Petani Mandiri (PPM) tetap digulirkan dan anggaranya bertambah menjadi Rp 75 miliar
"Jadi saya harapkan masyarakat bisa memfaatkan kesempatan tersebut, tentunya bisa gabung kelompok tani. Sedangkan sasaran kami kedepan adalah 419 kelompok tani penerima program tersebut." kata Helmy.
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah dalam sambutanya bupati berharap agar para petani dapat bergabung ke kelompok tani atau bikin kelompok tani sendiri, yang anggotaya lebih dari 20 orang, sehingga nantinya penerima program petani mandiri dapat meraskan progam tersebut.
"Karena apa bantuan PPM ini dikucurkan melalui kelompok tani dan dibagikan melalui anggotanya. Jadi yang belum segera bikin kelompok tani atau gabung kekelompok tani yang lain. Bagi yang ingin bikin kelompok tani segera bikin, proposalnya nanti dibantu Pak Camat di kecamatan masing-masih, tolong jangan dipersulit," ujar Bupati Anna Muawanah.
Bupati menyampaikan bahwa pada tahun 2019 ini, program petani mandiri dianggarkan Rp 40 miliar, dan baru terserap Rp 36,7 miliar sisanya masih di rekening, tidak terserap, karena sudah tanam atau tidak dada lagi yang bikin kelompok.
"Jadi saya harapkan ketua kelompok tani segera bikin propasalnya agar supaya nanti pada Januari atau awal musim tanam, bisa segera diturunkan bantuanya." kata Bupati.
Di akhir sambutanya Bupati juga menyampaikan terkait adanya Waduk Gonseng yang diperkirakan tahun ini jadi, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat Bojonegoro.
"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro nantinya akan mempersiapkan saluran atau jaringan tersier dan sekunder sehingga nantinya bisa dimanfaatkan bagi para petani Bojonegoro." kata Bupati.
Selain dihadiri Bupati Bojonegoro dan Kepala Dinas Pertanian, kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Temayang, Imam Cahyono SSos, dan Fopimca Temayang, Kepala Desa se Kecamatan Temayang, dan diikuti sekitar 100 orang yang dari kelompok tani serta gabungan kelompok tani di Kecamatan Temayang. (red/imm)