Menteri LH Hanif Faisol Dorong Bojonegoro Perkuat Tata Kelola Sampah
Selasa, 24 Maret 2026 16:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya penguatan tata kelola sampah yang efektif dan efisien. Hal itu disampaikannya dalam arahan strategis saat acara Halal Bihalal di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Selasa (24/03/2026).
Menteri asli kelahiran Bojonegoro ini menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sampah tidak melulu soal besarnya anggaran, melainkan pada manajemen yang tepat dan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
Dalam arahannya, Hanif memberikan komparasi antara Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta, anggaran pengelolaan sampah mencapai hampir Rp500 miliar per tahun, namun persoalan belum sepenuhnya tuntas. Sebaliknya, Surabaya dinilai sukses dengan tingkat penanganan sampah mencapai 97 persen melalui sistem yang lebih efektif dan biaya rata-rata Rp600 ribu per ton.
"Artinya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga pada efektivitas manajemen dan keterlibatan semua pihak," jelas Hanif Faisol di hadapan jajaran Pemkab Bojonegoro.
Bojonegoro sendiri memproduksi sekitar 368 ton sampah per hari. Menteri LH mengarahkan agar setiap kecamatan memiliki tempat pengelolaan sampah mandiri. Strategi yang ditawarkan adalah:
- Sampah Organik: Ditangani langsung di lokasi (kecamatan/desa) melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pembuatan lubang kompos di tingkat rumah tangga.
- Sampah Anorganik: Dikumpulkan dalam kantong dan diangkut secara terjadwal oleh truk DLH (setiap 3-4 hari sekali) untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, dengan membangun kesadaran dan budaya masyarakat," tegasnya.
Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, menyambut baik arahan tersebut. Ia mengakui tantangan lingkungan di Bojonegoro semakin kompleks seiring meningkatnya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Setyo Wahono menegaskan bahwa urusan sampah bukan hanya tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melainkan tanggung jawab lintas sektor, mulai dari camat hingga kepala desa.
"Kami menghadirkan camat, kepala desa, serta lintas sektor agar persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap dukungan pusat menjadi penyemangat Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas lingkungan, termasuk upaya meraih kembali penghargaan Adipura," ujar Bupati.
Selain urusan sampah, Bupati juga menyoroti pentingnya pengelolaan air tanah secara bijak dan berkelanjutan di wilayahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Hj. Nurul Azizah, jajaran OPD, para camat, kepala desa, serta ratusan petugas kebersihan atau 'Pasukan Kuning'. Kehadiran Menteri LH diharapkan menjadi momentum bagi perangkat daerah untuk menyampaikan kebutuhan fasilitas lingkungan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perubahan perilaku masyarakat, Bojonegoro optimistis mampu menciptakan tata kelola sampah yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir












































.md.jpg)






