Hadiri Festival Salak Wedi, Bupati Bojonegoro Akan Prioritaskan Pengembangan Potensi Wisata
Sabtu, 21 Desember 2019 11:00 WIBOleh Dan Kuswan SPd Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, pada Sabtu (21/12/2019) pagi, hadiri sekaligus buka Festival Salak Wedi yang kempat, yang digelar oleh Pemerintah Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Anna Muawanah mengungkapkan bahwa pada tahun 2020 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten juga memasukan pariwisata, menjadi salah satu program prioritas.
Kepala Desa Wedi, Mazuri dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu tujuan digelarnya Festival Salak Wedi ini adalah untuk melestarikan buah salak, agar jangan sampai punah, karena Salak Wedi adalah merupakan ikon Desa Wedi.
"Tentunya Salak Wedi ini wajib untuk dilestarikan biar tidak punah. Untuk itu ke depan kami akan selalu membuat acara semacam ini agar semakin meriah lagi." kata Mazuri.
Menurut Mazuri, usia salak wedi tersebut sudah 100 tahun lebih. "Salak Wedi perlu dipertahankan selamanya agar bisa diturunkan ke anak cucu kita nanti." kata Mazuri.
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, saat berangkatkan Kirab Gunungan Salak dalam Festival Salak Wedi Sabtu (21/12/2019)
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah dalam sambutannya mengatakan bahwa pada tahun 2020 nanti, terkait dengan pariwisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten juga telah memasukan pariwisata, menjadi salah satu program prioritas.
"Pemerintah juga memasukan salah satu program prioritas tentang potensi wisata, jadi terkait potensi-potensi wisata harus dikembangkan," kata Bupati Anna Muawanah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga sangat mengapresiasi kegiatan Festival Salak Wedi yang digelar oleh Pemerintah Desa Wedi, yang mana menurut Bupati, Festival Salak Wed tersebut.
"Festival Salak ini adalah satu-satunya di Kabupaten Bojonegoro, dan beda dari yang lain." kata Bupati.
Bupati juga mengapreasiasi atas kreasi -kreasi yang dilakukan oleh warga Desa Wedi, yang membikin olahan dari bahan salak, seperti olahan manisan, coklat, kurma, dan dodol, yang terbuat dari bahan buah salak.
"Ini perlu dipasarkan di berbagai daerah, karena buah salak ini adalah juga makanan kuliner." kata Bupati.
Festival Salak Wedi 2019, merupakan yang keempat kalinya digelar oleh Pemerintah Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Tak tanggung-tanggung, untuk meramaikan dan menarik wisatawan untuk datang di lokasi Festival Salak Wedi, Pemerintah Desa Wedi membuat Gunungan Salak setinggi empat setengah meter, yang menghabiskan buah salak sekitar 5.000 buah. Buah salak tersebut didapat dari warga desa setempat yang suka rela menyumbangkan salaknya, untuk membikin gunungan tersebut. (dan/imm)