Jembatan Bojonegoro-Trucuk
Jembatan Trucuk Tidak Jadi Ditunda, Operator Perahu Kembali Nelangsa
Minggu, 15 November 2015 13:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Pembangunan jembatan Bojonegoro-Trucuk akan segera dimulai tahun 2016 nanti ini. Sebelumnya memang sempat ada rencana penundaan selama 3 tahun, karena turunnya penerimaan Pemkab Bojonegoro dari sektor migas.
Namun, sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, dalam rapat paripurna pada 31 Oktober lalu, penundaan itu tidak jadi dilakukan. Pembangunan jembatan Trucuk telah disahkan dalam APBD 2016 ini.
Namun, kabar baik itu ditanggapi berbeda oleh para operator perahu yang selama ini beroperasi di tambangan tersebut. Mereka mengeluh akan kehilangan mata pencaharian, sebab dari mengoperasikan perahulah selama ini mereka dapat penghasilan. Dengan dibangunnya jambatan itu nantinya, mereka jelas tidak bisa lagi mengais rejeki di situ.
Salah satu operator perahu tambangan Idris, sebutan tambangan penghubung Kota Bojonegoro dan Trucuk, Kardi (42), mengatakan rencana penundaan itu sempat membuatnya senang, karena kesempatan bekerjanya otomatis terulur lama, sehingga dia bisa lebih punya banyak waktu lagi untuk mengumpulkan penghasilan dan melakukan persiapan.
“Penundaan kemarin itu sempat membuat saya dan teman-teman senang, karena mungkin bisa persiapan,” katanya.
Namun, ternyata tidak jadi. Dia dan teman-temannya kembali kecewa. “Tahun depan ini sudah mulai pembangunan jembatan, membuat saya dan teman-teman mencari pandangan pekerjaan lain,” katanya.
Tak hanya Kardi saja yang resah, operator perahu penyeberangan di Ledok Kulon, Agus (40) mengatakan hal yang sama. “Jembatan yang akan di bangun ini otomatis akan mematikan pekerjaan saya,” katanya. (mol/moha)


































.md.jpg)






