Warga Ledok Gelar Kirab Pusaka Mbah Andong Sari
Selasa, 17 November 2015 12:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota - Budaya atau tradisi daerah harus tetap dilestarikan. Tujuannya agar ragam budaya, tradisi dan kesenian itu bisa menjadi ikon daerah, serta pengingat bagi generasi penerus mendatang. Harapannya setiap generasi menjadi bangga terhadap adat-istiadatnya sendiri.
Seperti tradisi Kirab Pusaka Mbah Andong Sari yang digelar warga Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (17/11) pagi tadi. Kirab pusaka ini dimaksudkan sebagai upaya pelestarian budaya, sekaligus pengenalan pusaka peninggalan sesepuh atau orang yang pernah berjuang.
Mutasam (61), sesepuh Kelurahan Ledok Kulon, mengatakan, adanya pelaksanaan kirab pusaka ini agar masyarakat tahu dan selalu mengenang Mbah Andong Sari. Pelaksanaan kirab pusaka ini dilakukan oleh semua warga Kelurahan Ledok Kulon. Kirab pusaka dimulai pukul 07.00 WIB dan selesai pukul 10.00 WIB.
"Kirab pusaka diberangkatkan oleh Kepala Kelurahan Ledok Kulon dan diikuti oleh semua warga Ledok Kulon. Turut juga para pelajar dan juru kunci makam Mbah Andong Sari," tuturnya kepada beritabojonegoro.com.
Pada kesempatan yang sama, Mbah Suwono (72), selaku juru kunci makam Mbah Andong Sari sekaligus modin Kelurahan Ledok Kulon, menambahkan, kegiatan kirab pusaka ini dilaksanakan rutin setiap tahun. Bertepatan dengan peringatan haul Mbah Andong Sari.
Mbah Suwono menjelaskan, kirab pusaka bertujuan untuk meminta keselamatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, khususnya bagi warga Ledok Kulon, dan juga masyarakat yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
"Setelah pelaksanaan kirab pusaka dilanjutkan dengan tasyakuran kebuli. Dan, acara terakhir nanti malam adalah kesenian Sandur," pungkasnya. (nam/tap)
*) Foto suasana kirab pusaka di Ledok Kulon


































.md.jpg)






