News Ticker
  • Sektor Pertanian Blora Raih Apresiasi Nasional, Bupati Arief Rohman Terima Penghargaan Padi Organik dari Kemendes PDTT
  • Fasilitasi Gaya Hidup Sehat Warga, Pemkab Bojonegoro Miliki 8 Gedung Olahraga
  • Hendak Buang Air di Sungai Bengawan Solo, Warga Kradenan, Blora Dilaporkan Tenggelam
  • Desa Kauman-Bojonegoro Raih Juara Lomba Desa Digital Tingkat Nasional
  • Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2.703.000 Per Gram, Kembali Pecahkan Rekor Baru
  • Waspada Oknum Petugas Gadungan, PLN Bojonegoro Tegaskan Prosedur Layanan Hanya Melalui Kanal Resmi
  • Riset Ungkap Durasi Tidur yang Optimal untuk Memangkas Kalori
  • 19 Januari dalam Sejarah
  • Global Geoparks Network Association Kunjungi Sejumlah Geosite di Bojonegoro
  • PT KAI Batalkan 5 Jadwal Keberangkatan dari Stasiun Bojonegoro Imbas Banjir Pekalongan
  • Tim dari GGN Association Bakal Dampingi Geopark Bojonegoro Menuju UNESCO Global Geopark
  • Sapa Bupati Pertama di 2026 Digelar Senin Besok
  • Gubernur Khofifah Optimistis Sekolah Rakyat Mampu Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • Netflix Umumkan Secara Resmi Tayangan Baru Sepanjang Tahun 2026
  • Global Geoparks Network Association Lakukan Kunjungan di Sejumlah Geosite di Bojonegoro
  • 18 Januari dalam Sejarah
  • Tersengat Listrik Saat Memancing, Seorang Anak di Kalitidu, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Bus Tabrak Motor di Sumberrejo, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal
  • Jalan Raya Bojonegoro-Dander Dipenuhi Lumpur Proyek, Mengganggu Pengguna Jalan hingga Banyak yang Jatuh
  • Pemkab Bojonegoro Selesaikan 838 Unit Sanitasi Warga pada 2025
  • Satukan Arah Kebijakan, Pemprov Jatim Gelar Retreat ASN
  • Anda Tetap Bisa Diet Tanpa Anti Makanan Favorit
  • Cari Solusi Persoalan Sampah, Sejumlah Komunitas Lingkungan di Bojonegoro Gelar Diskusi
  • 17 Desember dalam Sejarah
Covid Butuh Penanganan Solutif

Covid Butuh Penanganan Solutif

Setelah menerapkan PSBB (Pembatasan sosial Berskala Besar) dan terjadi berbagai pelangaran, kini pemerintah menerapkan new normal. Terhitung sejak ditetapkannya surat keputusan bersama menteri pendidikan dan kebudayaan, menteri agama, menteri kesehatan, dan menteri dalam negeri Republik Indonesia tanggal 16 Juni 2020. Menurut SKB empat menteri, satuan pendidikan yang berada di daerah zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan BDR sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2O2O tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
 
 
Berbagai macam dampak telah dirasakan. Mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial dan segala lini kehidupan. Per tanggal 19 Juli 2020 angka Covid-19 masih merangkak naik yakni menembus angka 86.521 kasus. Sementara tenaga medis yang tumbang tak sedikit. Masyarakat semakin kurang waspada dengan normal baru seakan menganggapnya normal layaknya sebelum pandemi.
 
Rupanya selain kesehatan juga berefek pada bidang perekonomian. PHK masih terus berlangsung di era new normal. Para pegawai dan buruh banting setir. Mereka beralih profesi guna menyambung hidup. Tak hanya itu, kalangan artis juga terkena dampak pandemi ini. Demi menjaga agar dapur tetap mengepul, mereka rela menjual perabotan rumah tangga untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
 
Dalam dunia pendidikan juga sangat dirasakan. Pembelajaran yang semulanya di kelas bertemu dengan guru/dosen secara langsung kini dilakukan secara virtual. Tidak dipungkiri bahwa pembelajaran tatap muka jauh lebih efektif daripada secara daring. Namun dengan adanya pandemi ini, keselamatan lebih utama. Sehingga daring adalah solusinya.
 
Namun sayangnya dengan adanya pembelajaran daring ini, semakin bertambah beban yang dirasakan mahasiswa, orang tua dan civitas akademik. Pembelajaran jarak jauh rupanya tak mulus. Biaya mengakses internet juga menjadi polemik tersendiri. Fasilitas yang mendukung pembelajaran juga belum memadai.
 
 
 
Berdasarkan informasi seorang pendidik, dengan adanya BDR (Belajar Dari Rumah), ditemukan anak didiknya (sekolah dasar) harus pergi ke warung untuk memenuhi tugas online. Orang tuanya sejak pagi bekerja anting tulang sehingga tak mampu mendampingi putra-putrinya. Mau tidak mau si anak harus mengakses internet sendiri tanpa pendampingan. Selain itu berdasarkan pengakuannya, orang tua mereka juga gaptek (gagap tekhnologi).
 
Kasus lainnya wali murid mengeluhkan kesulitan dengan BJJ (belajar jarak jauh) ini. Mengapa? Pertama, mereka harus menyiapkan perangkat gawai/laptop sejumlah putra/putrinya. Dari segi biaya tentu memberatkan. Kedua, selain orang tua membayar SPP bulanan, rupanya orangtua juga harus menjadi guru bagi anaknya ketika di rumah. Belum lagi menyiapkan masakan, mencuci baju, mengajari anak dan lainnya. Artinya tugas seorang ibu dua kali lebih berat daripada saat normal. Ketiga, tidak semua daerah bisa dijangkau sinyal internet.
 
Dari sisi tenaga pendidik, pembelajaran daring ini bisa dikatakan ruwet. Tenaga pendidik harus menyiapkan media pembelajaran dan memampatkan materi agar KD (Kompetensi Dasar) dan KI (Kompetensi Inti) bisa dicapai. Hal lain yang harus difikirkan pendidik adalah mempertimbangkan durasi konsentrasi anak didik agar saat pembelajaran berlangsung tidak membosankan.
 
Jika hal ini tidak ditangani dengan segera, saya khawatir akan berdampak besar dengan masa depan generasi di negeri ini. Jangan sampai karena kita gagap menyikapi pandemi ini dampaknya makin tidak terkendali.
 
Lalu apa yang seharusnya dilakukan? Pertama, kita harus meyakini bahwa pandemi ini adalah qada (ketetapan Allah). Kedua, pandemi ini harus segera teratasi. Jika kondisi ini berlarut-larut tanpa dibarengi penanganan yang tepat, maka masa depan generasi akan menjadi tumbalnya. Ketiga, mencari akar permasalahan. Menurut penulis, sumber permasalahannya terletak pada manusia. Berdasarkan informasi yang massif di televisi maupun dunia maya, covid-19 disebabkan oleh pemanfaatan konsumsi kelelawar oleh orang Wuhan. Lalu muncullah virus baru yang menyebar melalui manusia di seluruh dunia.
 
 
 
Setelah permasalahan diketahui, maka solusi kita kembalikan kepada pemilik dan pembuat virus yakni Allah SWT. Pandemi harus segera diakhiri. Di dalam Islam ketika wabah menjangkit suatu negeri, maka penduduk di negeri tersebut tidak boleh keluar dari daerahnya. Sementara penduduk dari luar tidak diizinkan memasuki wilayah pandemi. Istilah ini disebut sebagai lockdown. Lalu bagaimana dengan kebutuhan rakyat, ternak dan lainnya? Tentu kebutuhan dicukupi oleh negara. Negara yang bertanggung jawab atas penanganan ini. Selain itu juga harus dibarengi bertaubat kepada Allah dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kita ketahui bersama, kelelawar haram hukumnya dikonsumsi.
 
Apakah bertaubat cukup individu saja? Tidak cukup, bertaubat yang dilakukan harus berjamaah seluruh masyarakat. Melalui apa? Yaitu diterapkannya aturan sang pencipta dalam seluruh aspek kehidupan. Selain tidak mengonsumsi makanan dan minuman haram, juga dengan menggunakan aturan Islam.
 
Terkait pembelajaran daring, negara harus memfasilitasinya. Wilayah atau daerah yang kesulitan mengakses internet harus segera diatasi. Jangan sampai gegara pandemi, pembelajaran semakin kacau yang berimbas pada kualitas SDM Indonesia.
 
 
 
Inilah saatnya kita tanggalkan semua kesombongan. Kita tundukkan diri kita untuk mengabdi kepada-Nya denga taubat dan menerapkan hukum Allah. Semoga wabah segera berlalu. Aamiin. (*/kik)
 
 
*) Penulis: Liya Yuliana SPd, pendidik di Bojonegoro
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Global Geoparks Network Association Kunjungi Sejumlah Geosite di Bojonegoro

Berita Video

Global Geoparks Network Association Kunjungi Sejumlah Geosite di Bojonegoro

Bojonegoro - Tim dari Global Geoparks Network (GGN) Association, selaku assessor UNESCO Global Geoparks (UGGp), laksanakan kunjungan atau verifikasi lapangan ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Bojonegoro Memperingati hari menanam pohon indonesia 2025, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

Hiburan

Netflix Umumkan Secara Resmi Tayangan Baru Sepanjang Tahun 2026

Netflix Umumkan Secara Resmi Tayangan Baru Sepanjang Tahun 2026

Netflix kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap industri hiburan Indonesia dengan mengumumkan jajaran film dan serial original terbaru yang akan tayang ...

1768811746.9306 at start, 1768811747.2063 at end, 0.27571105957031 sec elapsed