Peristiwa Orang Meninggal Mendadak
Diduga Serangan Jantung, Pengemudi Truk di Kedungadem Bojonegoro, Meninggal Dunia di Jalan
Minggu, 23 Agustus 2020 17:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Seorang pengemudi dump truk bernama Muhari (47), warga Desa Pacul RT 009 RW 003 Kecamatan Bojonegoro Kota, pada Minggu (23/08/2020) sekira pukul 13.30 WIB, meninggal dunia secara mendadak saat sedang mengemudikan kendaraannya, di Jalan PUK turut Desa Mlideg Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.
Menurut keterangan keluarganya, korban memiliki riwayat sakit jantung dan paru-paru, dan saat ini sedang menjalani rawat jalan di dokter spesialis jantung. Diduga penyebab kematian korban karena penyakit yang dideritanya kabuh secara mendadak sehingga korban meninggal dunia.
Petugas saat lakukan Olah TKP meninggalnya Muhari (47), warga Desa Pacul Kecamatan Bojonegoro Kota, yang meninggal dunia di Jalan PUK Desa Mlideg Kecamatan Kedungadem. Minggu (23/08/2020)
Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Kedungadem, Inspektur Satu (Iptu) Fatkur Rahman SH, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula pada Minggu (23/08/2020) sekira pukul 13.30 WIB, korban sedang mengemudikan kendaraannya Mitsubishi Dump Truk nomor polisi S 9761 UB, di Jalan PUK turut Desa Mlideg Kecamatan Kedungadem, dari arah selatan ke utara.
Sesampainya di lokasi kejadian, atau tepatnya di perepatan Desa Mlideg Kecamatan Kedungadem, tiba tiba truk yang dikemudiakn korban berhenti mendadak.
"Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera menghampiri kendaraan tersebut dan ternyata diketahui pengemudinya atau korban sudah dalam keadaan tertunduk di kemudi kendaraannya," kata Kapolsek Kedungadem, Iptu Fatkur Rahman SH.
Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut beupaya menolong korban dan segera membawa korban ke Puskesmas Kesongo Kedungadem.
"Sesampai di Puskesmas, ternyata korban dinyatakan sudah dalam keadaan meningga dunia," kata Kapolsek.
Setelah menerima laporan, Kapolsek bersama anggota dan aparat setempat segera mendatangi Puskesmas Kesongo untuk mengidentifikasi korban dan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, jenis kelamin laki-laki, panjang mayat 170 sentimeter, kulit sawo matang, rambut hitam pendek, korban mengenakan pakaian baju kaos pendek warna kuning kombinasi putih dan celana pendek warna doreng abu-abu.
Sementara, menurut keterangan dari pihak keluarga, korban sedang menderita penyakit jantung dan paru-paru dan saat ini sedang menjalani rawat jalan di dokter spesialis jantung.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh petugas medis dari Puskesmas Kesongo, bahwa tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban," kata Kapolsek.
Masih menurut Kapolsek, bahwa pihak keluarga menerima dengan iklas kematian korban yang karena serangan jantung dan tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan.
"Kemudian jenazah korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Kapolsek Kedungadem, Iptu Fatkur Rahman SH. (red/imm)