Peristiwa Kebakaran
2 Unit Rumah Warga Balen Bojonegoro Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 70 Juta
Sabtu, 29 Agustus 2020 18:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (29/08/2020) siang.
Kebakaran yang diperkirakan mulai terjadi pada pukul 14.15 WIB tersebut menghanguskan 2 unit bangunan rumah, masing-masing milik Surati (40) dan Ngasmi (70), keduanya warga Desa Balenrejo RT 007 RW 001 Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.
Sebelum terjadi kebakaran, korban Surati sedang menanak nasi menggunakan kompor gas, dan sekira pukul 14.00 WIB, korban meninggalkan rumah sedangkan kompor gas tersebut ditinggalkan masih dalam keadaan menyala.
Dugaan sementara, penyebab kebakaran atau sumber api berasal dari kompor gas tersebut yang apinya membesar dan membakar rumah korban Surati, kemudian apinya membesar dan merembet ke rumah milik Ngasmi yang berada disebelahnya, sehingga kedua rumah tersebut ludes terbakar.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp 70 juta, dengan rincian korban Surati mengalami kerugian sebesar Rp 40 juta dan korban Ngasemi menderita kerugian sebesar Rp 30 juta.
Diberitakan sebelumnya, dalam 10 hari terakhir, setidaknya telah terjadi 3 peristiwa kebakaran yang menghanguskan 6 unit rumah milik warga di Kabupaten Bojonegoro, yaitu pada Kamis (20/08/2020) lalu, kebakaran menghanguskan 2 unit bangunan rumah masing-masing milik Marijan (68) dan Rubiatun (63), keduanya warga Desa Japet RT 017 RW 004 Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.
Kemudian pada Rabu (26/08/2020) lalu, kebakaran menghanguskan bangunan rumah milik Suwarno (40) dan rumah milik Yeni Fitrianto (36), keduanya warga Desa Bangilan RT 006 RW 001 Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.
Petugas saat lakukan identifikasi dan olah TKP peristiwa kebakaran rumah di Desa Balenrejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Sabtu (29/08/2020)
Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Balen, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Simoen, bahwa kronologi kebakaran tersebut bermula pada Sabtu (29/08/2020) sekira puku 08.00 WIB, korban Surati menyalakan kompor gas di dapur rumahnya untuk menggoreng kacang.
Kemudian pada pukul 14.00 WIB atau setelah selesai menggoreng kacang, korban Surati meninggalkan rumah guna menggiling kacang yang usai digoreng,
"Sedangkan kompor gas yang ada di dapur milik mkorban, ditinggalkan masih dalam keadaan menyala untuk menanak nasi." kata Kapolsek Balen, AKP Simoen.
Selanjutnya pada pukul 14.15 WIB, saksi hanto yang sedang lewat di depan rumah korban Surati melihat ada kobaran api yang berasal dari ruang dapur milik korban, sehingga saksi segera berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.
Warga yang mendengar teriakan saksi segera berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan mengambil air dari embung yang berada di belakang rumah korban dengan perlatan seadanya.
"Namun karena api semakin membesar dan dinding rumah milik Surati terbuat dari anyaman bambu sehingga api dengan cepat menghanguskan rmah milik Surati yang kemudian merempet ke rumah milik Ngasmi, yang berada di samping kiri rumah milik Surati, dan juga merembet ke Pos Kamling yang berada di sebelah kanannya." kata Kapolsek.
Masih menurut Kapolsek bahwa saat kejadian tersebut, korban Ngasmi sedang tidur di dalam kamar rumahnya dan tidak mengetahui bahwa rumahnya sedang terbakar, sehingga warga mendobrak pintu depan rumah ngasmi, untuk menyelamatkan korban.
"Setelah pintu rumah korban berhasil buka, selanjutnya warga mengevakuasi korban Ngasmi untuk dibawa ke tempat yang aman," kata Kapolsek.
Beberapa saat kemudian datang mobil pemadam kebakaran dari Dinas pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, namun kedua rumah tersebut sudah ludes terbakar, sehingga petugas pemadam kebakaran melakukan tinggal memadamkan bara api dari sisa-sisa kebakaran tersebut, atau melakukan pembasahan dan pendinginan.
Dari hasil olah TKP, bangunan rumah milik Surati yang terbakar berukuran panjang 8 meter dan lebar 6 meter, rangka dari kayu dan bambu, dinding dari anyaman bamnbu dan atap dari genting. Selain bangunan rumah, seluruh barang dan perabotan milik korban ludes terbakar. Korban ditaksi menderita kerugian sebesar Rp 40 juta.
Sedangkan rumah milik Ngasmi yang terbakar berukuran panjang 8 meter dan lebar 6 meter, rangka dari kayu dan bambu, dinding dari anyaman bamnbu dan atap dari genting. Selain bangunan rumah, seluruh barang dan perabotan milik korban, termasuk 1 unit sepeda motor milik korban, juga ludes terbakar. Korban ditaksi menderita kerugian sebesar Rp 30 juta.
"Korban jiwa nihil. Total kerugaian material ditaksir mencapai 70 juta rupiah," kata Kapolsek Balen, AKP Simoen.
Petugas saat lakukan pemadaman peristiwa kebakaran rumah di Desa Balenrejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Sabtu (29/08/2020)
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, Sukirno SSos, menjelaskan bahwa Dinas Pemadam kebakaran Pos Bojonegoro Kota menerima laporan pada pukul 14.27 WIB. Selanjutnya pihaknya mengirimkan 3 unit armada, dari Pos Bojonegoro Kota beserta 8 personel, dan petugas tiba di lokasi kejadian pukul 14.35 WIB..
"Kebakaran dapat di padamkan pada pukul 16.30 WIB," kata Sukirno SSos.
Menyikapi masih seringnya terjadi peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan jelang musim kemarau tahun ini, Sukirno mengimbau kepada warga masyarakat, agar lebih berhati-hati dan tetap waspada terhadap potensi timbulnya musibah kebakaran.
Selanjutnya disampaikan kepada masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, jika sewaktu-waktu terjadi peristiwa kebakaran, segera hubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro terdekat, pada nomor telepon berikut ini.
Pos Bojonegoro Kota, Telp: 082330668443; Pos Baureno, Telp: 08113471446; Pos Temayang, Telp: 08113471447; Pos Padangan, Telp: 08113471448; Pos Kedungadem, Telp: 08113487037; Pos Sekar, Telp: 08113487038 dan Pos Ngambon, Telp: 08113487039.
Masyarakat dapat juga menghubungi Call Center pada nomor 113 atau pada nomor 0353 883006,” kata Kabid Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro," kata Sukirno SSos. (red/imm)