Penghujan, Pedagang Pasar Kota Bagian Luar Alami Penurunan
Minggu, 29 November 2015 10:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota –Sore hari di Pasar Bojonegoro Kota. Di sepanjang tepian jalan, setiap hari mulai sekitar pukul 17.00 WIB, lapak-lapak dadakan digelar sederhana. Hanya alas dibentangkan saja, dari terpal, kain, atau plastik. Barang dagangan ditata di atasnya.
Mereka menjual berbagai macam barang dagangan, mulai dari sayuran, bumbu-bumbu masakan, sembako, minyak, gula, dan aneka keperluan rumah tangga lainnya. Lapak sederhana dengan gelaran alas tanpa penutup tetap mmebuat mereka bisa mengais rejeki dan meramaikan suasana pasar Kota.
Hanya saja, mereka harus menerima saat hujan datang. Sebab otomatis air dari langit langsung mengguyur lapak sederhana mereka yang tanpa tutup itu.
Seperti yang diungkapkan salah satu Sriana (38) penjual jagung asal Kecamatan Soko (Tuban). Sriana mengatakan baru beberapa hari hujan sudah berdampak pada dagangannya. “Pembeli sudah menurun Mas, karena musim penghujan pasar terlihat becek dan kumuh sehingga mungkin pengunjung malas ke sini,” terangnya.
Sriana menambahkan dagangannya turun lumayan banyak. “Biasanya saya bisa menjual hingga setengah kwintal sampai pukul 21.00 WIB. Namun beberapa hari pas hujan ini laku setengahnya itu,” katanya menerangkan.
Hal yang sama dikeluhkan oleh Ana (36), penjual telur dan cabai asal Desa Mulyoagung Kecamatan Bojonegoro Kota. Setiap musim penghujan Ana mengaku tempatnya jualan selalu terguyur hujan. Hanya saja dia, bersama beberapa pedagang lainnya, membuat atap sendiri dari terpal plastik untuk melindungi tempatnya dari hujan.
“Saya membuat payon (atap) sendiri. Ya agar agar barang dagangan tak terkena hujan dan pembeli tak kehujanan,” terangnya. (mol/moha)






































