Berkebun, Tinggalkan Media konvensional, Gunakan Hidroponik
Minggu, 29 November 2015 13:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Berkebun bisa menjadi hobi sekaligus kerja positif yang menyenangkan bagi sebagian orang. Meski demikian kerja yang mengasyikkan itu kadang tidak bisa tersalurkan sepenuhnya karena kendala kurangnya lahan yang dimiliki. Nah, kemajuan teknologi pertanian bisa mengatasi itu. Slah satunya dengan menggunakan air sebagai media tanam, atau yang biasa disebut Hidroponik.
Hal itu diungkapkan oleh Komunitas Hidroponik di alun-alun Bojonegoro Minggu (29/11) pagi ini moment Car Free Day. Selain untuk kopi darat atau bisa disingkat kopdar (istilah untuk bertatap muka setelah sekian lama hanya berkomunikasi melalui media sosial) anggota Grup Facebook Komunitas Hidroponik juga sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana menanam atau berkebun dengan menggunakan media air.
Salah satu anggota Komunitas Hidroponik, Nunuk, dia nampak semangat menjelaskan bagaimana cara menanam dengan hidroponik kepada para pengunjung yang sedang menikmati suasana minggu di alun-alun.
"Bibit tanaman disemai di rockwool. Tunggu beberapa hari sampai tumbuh besar hingga bisa dimasukkan ke dalam pot,” terang Nunuk dengan ekspresi yang penuh semangat.
Rockwool sendiri adalah media tanam yang mempunyai keunggulan dibandingkan dengan media lainnya terutama dalam hal perbandingan komposisi air dan udara yang dapat disimpan oleh media tanam ini.
Tidak melulu menggunakan rockwool sebenarnya, yakni kata Nunuk, sering juga dirinya menggunakan sekam bakar atau kokopit, yaitu serbuk sepet kelapa yang telah dicuci bersih. Sekam bakar juga berfungsi menjaga batang tanaman agar tidak patah.
Pot yang digunakan pun bisa menggunakan gelas plastik kecil yang dilubangi. Setelah itu diletakkan di box atau botol yang terisi air. Untuk pupuknya, menggunakan nutrisi hidroponik AB Mix yang telah dikemas dalam 500ml air. Nutrisi AB Mix tersebut merupakan pupuk siap pakai yang mengadung semua unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman hidroponik.
Nunuk menambahkan, keunggulan menggunakan teknologi hidroponik di antaranya adalah tidak perlu menyiram. "Kalau hujan, justru malah enak, tidak perlu menambahkan air. Tetapi sesekali perlu dicek ketersediaan airnya,” terangnya meyakinkan.
Untuk mengenal hidroponik lebih lengkap, Nunuk mempersilakan siapa saja untuk datang ke sekretariat Komunitas Hidroponik di Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota.(ver/moha)
Foto tanaman dengan teknologi hidroponik. Sumber Foto : ngasih.com


































.md.jpg)






