Para Pencari Damen
Serbu Luar Daerah, Demi Seonggok Pakan Ternak Murah
Minggu, 29 November 2015 15:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Trucuk - Musim panen padi menjadi berkah tersendiri bagi para pencari damen atau jerami. Bagi mereka, batang dan daun padi bekas panen itu menjadi pakan ternak yang murah. Ini jadi alasan pokok mereka mau bersusah payah memburu damen hingga keluar daerah.
Bagi pemilik sawah yang lagi panen, keberadaan pencari damen sangat membantu. Sebab, pencari damen tidak sungkan-sungkan ikut turun ke sawah membantu proses memanen padi. Sekaligus membersihkan sawah dari batang dan daun padi bekas panen.
Situasi itu terlihat saat panen padi di wilayah Desa Mori, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (29/11) pagi tadi. Puluhan orang pencari damen turut menyerbu panen padi di sawah desa tersebut. Ternyata, mereka tidak hanya dari desa setempat, tetapi juga ada yang berasal dari Kabupaten Tuban. Menariknya, kebanyakan pencari damen itu adalah kaum perempuan.
Panijah, misalnya. Perempuan berusia 45 tahun asal Dusun Sugihan, Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, tersebut pagi itu terlihat bersemangat membantu memotong batang padi di sawah milik warga Desa Mori.
Baju dan tubuhnya basah berlepotan lumpur sawah. Setelah potong padi selesai, dia terlihat ikut mengumpulkan damen setelah dirontokkan padinya. Damen itu dikumpulkan, seonggok demi seonggok, lalu diikatnya. Selanjutnya, dia angkat dan memanggul di atas kepala.
Dia pun melangkah agak sempoyongan, karena kakinya harus masuk lumpur sawah. Seonggok damen yang diikat itu dibawanya dan diletakkan ke tepi jalan desa.
"Setiap hari saya mencari damen untuk memberi makan 3 ekor sapi di rumah. Biasaya saya mencari sampai di Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, Mas," ucapnya dengan nada ngos-ngosan saat ditemui beritabojonegoro.com (BBC) usai meletakkan onggokan damen di tepi jalan.
Dia mengaku, selalu mengikuti rombongan pencari damen dari daerah asalnya kemanapun pergi. Baginya, itulah kesempatan mendapat pakan ternak secara murah.
Panijah juga menuturkan, dirinya pagi itu berangkat dengan sepuluh temannya mencari damen ke Desa Mori, Kecamatan Trucuk. Dia berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB, dan selesai mengangkut damen pukul 08.00 WIB.
"Seperti biasa, saya harus mengantri gantian dengan teman-teman mengangkut tumpukan jerami dari sawah, kemudian diletakkan di tepi jalan," imbuhnya.
Selain dari Parengan, rombongan pencari damen dari Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, juga turut menyerbu panen padi di sawah Kecamatan Trucuk. Salah satunya Jasmi (40). Senada dengan Panijah, dia memburu damen juga untuk pakan ternak sapinya.
"Pekerjaan saya ya ini Mas, mencari damen. Karena di rumah ada 2 ekor sapi. Suami saya saat ini kerja sebagai buruh, sehingga yang menggantikan dan membantu untuk mencari damen untuk pakan ternak ya saya, Mas," ujarnya.
Rupanya bagi pemilik sawah, adanya pencari damen itu dinilai malah menguntungkan. Sebab, mereka turut membantu memotong padi dan membersihkan sawah secara sukarela. Hal itu diungkapkan Andik (36), selaku pemilik sawah asal Desa Mori, Kecamatan Trucuk.
"Saya senang dengan adanya pencari damen, karena dibantu memotongi padi. Pagi ini saya memanen padi di sawah seluas sekitar satu hektare. Hasilnya mencapai 8 ton, Mas," tandasnya. (mol/tap)
*) Foto pencari damen memanggul damen ke tepi jalan


































.md.jpg)






