Kenduri Langittobo Jilid 8
Air Mata Masyarakat Migas
Sabtu, 05 Desember 2015 12:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Purwosari – Komunitas penggerak baca dan karya Langittobo kembali mengadakan acara kenduri jilid 8 pada bulan Desember 2015. Kali ini acara kenduri mengambil tema,”Air Mata Masyarakat Migas,” yang akan digelar pada Minggu, 06 Desember 2015, mulai pukul 13.00 WIB di rumah Muhammad Roqib di Dusun Korgan, Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Ketua Langittobo, Nasruli Chusna, pada kenduri kali ini selain mengadakan diskusi juga bakal diselingi dengan acara stand up comedy yang ditampilkan oleh Rizki Gatton, komika asal Purwosari, dan sejumlah komika dari Bojonegoro. Selain itu, juga ada pesta penyair (petir). Salah satu penyair kondang asal Bojonegoro yaitu Tulus Budi Susanto dan sejumlah penyair juga bakal meramaikan acara kenduri Langittobo kali ini.
Setelah acara Kenduri Langittobo ini, pada malam harinya yaitu setelah Isya akan digelar kenduri berdirinya Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro. Acara kenduri ini mengundang masyarakat, tokoh masyarakat, dan perangkat desa di Desa Purwosari.
Sementara itu, penyaji utama diskusi Air Mata Masyarakat Migas yaitu Jaswadi, pemuda asal Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh pemuda di sekitar ladang migas Banyu Urip Blok Cepu. Selain itu, penyaji kedua yakni Muhammad Roqib, penulis buku Cerita dari Mojodelik.
Menurut Nasruli, seorang sejarawan Australia yakni C.L.M Penders pernah melukiskan sejarah Bojonegoro sebagai sejarah kemiskinan dalam bukunya berjudul Bojonegoro 1900-1942 : A Story of Endemic Poverty in North West East Java. Ia menyebutkan, pada periode 1900 sampai 1920 sebagai periode kemiskinan yang teramat parah. Dari 50 orang yang masuk rumah sakit, separuh meninggal karena kekurangan gizi.
Namun, kata dia, cerita kemiskinan itu seolah pudar dengan temuan cadangan minyak dan gas cukup besar di Bojonegoro sejak tahun 2000 yang disebut lapangan migas Banyu Urip Blok Cepu di Kecamatan Gayam. Cadangan minyak mentah di perut bumi Bojonegoro itu mencapai 450 juta barel. Pada saat bersamaan juga ada lapangan Sukowati, Blok Tuban, lapangan Jambaran Tiung Biru yang dikabarkan menyimpan cadangan gas sampai 2 triliun kaki kubik. Sekitar 20 persen cadangan migas nasional tersimpan di perut bumi Bojonegoro ini.
Kendati demikian, kata Nasruli, kondisi kemiskinan masyarakat sekitar ladang migas ternyata juga masih parah. Warga miskin di Bojonegoro saat ini masih mencapai 196 ribu jiwa. Selain itu, tingkat kesenjangan juga semakin lebar. Bojonegoro kini dikenal sebagai daerah terkaya kelima di Jawa Timur. Namun, potret kemiskinan di daerah kaya minyak ini belum juga beranjak. Kemiskinan di Bojonegoro menempati rangking kesembilan di Jawa Timur. (yud/kik)


































.md.jpg)






