Musim Hujan, Produksi Batu Bata Merah Menurun
Rabu, 09 Desember 2015 11:00 WIBOleh Rizha Setyawan
Oleh Rizha Setyawan
Kalitidu – Musim hujan telah tiba sejak tiga minggu yang lalu. Kondisi seperti ini membuat para perajin batu bata merah di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, mengalami kesulitan. Sebab, produksi batu bata merah menurun drastis.
Menurut Sunari (42) perajin batu bata merah di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, selama musim kemarau pembuatan batu bata merah bisa cepat karena terik matahari di siang hari yang panas memudahkan proses penjemuran batu bata yang masih basah. Kondisi itu berbeda dengan musim hujan. Karena di musim hujan memerlukan waktu hingga empat hari hanya untuk proses pengeringan saja, belum lagi ada hewan-hewan kecil seperti orong-orong yang merusak batu bata yang masih dalam kondisi basah.
“Kalau musim hujan produksi batu bata merah menurun. Produksinya sedikit dan penghasilan menurun ,” ujarnya sambil menata batu bata yang sudah kering.
Menurutnya, saat musim kemarau lalu ia bisa memproduksi batu bata merah 42.000 biji dalam sebulan, tapi saat ini ia hanya hanya bisa memproduksi sekitar 12.000 biji per bulan, itu disebabkan faktor panas matahari yang kurang.
Menurut perajin lain Rasmadi (36) saat musim hujan seperti sekarang ini sudah punya stok batu bata yang sudah siap jual. “Biasanya pada saat memasuki musim hujan harga jual batu bata merah akan naik, yang dulu Rp450.000 per 1000 biji bisa menjadi Rp500.000 per 1000 biji,” terangnya.
Banyak juga perajin batu bata memilih untuk tidak memproduksi batu bata saat musim hujan, selain mereka mengeluh karena cuaca juga mereka mengeluhkan saat musim hujan mereka harus ekstra dalam membuat batu bata. Sebab saat mereka harus menutup batu bata baik yang sudah kering maupun masih basah dengan plastik supaya saat hujan datang dengan tiba semua sudah tertutupi. (riz/kik)


































.md.jpg)






