BLH Ambil Contoh Air Bengawan yang Diduga Tercemar Limbah
Kamis, 17 Desember 2015 11:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota - Petugas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro sudah turun dan mengambil contoh air Sungai Bengawan Solo yang diduga tercemar limbah lantung dari kawasan sumur minyak tua Wonocolo, Kedewan. Lokasi pengambilan air untuk contoh uji laboratorium berada di Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Hasilnya, belum ditemukan ada pencemaran di Sungai Bengawan Solo.
Belakangan diketahui, bahwa pengambilan sampel air Sungai Bengawan Solo, lokasinya berada di atas hulu. Padahal, titik mengalirnya minyak lantung diperkirakan di sekitar Sungai Bengawan Solo di kawasan Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, yang berada di bawah sungai tersebut.
Menurut Kepala BLH Bojonegoro Elsadeba Agustina mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel air sungai, tetapi lokasinya berada di hulu. Dan kemungkinan akan mengambil sampel kedua kalinya, terutama dari Kecamatan Kasiman dan di beberapa titik sungai. “Karena ada dugaan pencemaran dari minyak,” ujarnya.
Dia menyebutkan, dugaan air sungai tercemar minyak dari sumur minyak tua di Kedewan, masih dalam penelitian. Karena nantinya ada uji laboratorium atas kualitas airnya, Juga tidak menutup kemungkinan ada pencemaran limbah pembuangan dari pabrik, dan lokasinya berada di hulu sungai. “Tentu hari kita teliti,” imbuhnya.
Sebelumnyaa ribuan ikan-ikan yang hidup di Sungai Bengawan Solo, mabuk dan mudah ditangkap, Kamis 10 Desember 2015. Pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro, tengah menurunkan tim untuk memeriksa kualitas air sungai.
Ratusan orang di sepanjang sungai dari Kecamatan Padangan, hingga di Kalitidu, hingga di Kota Bojonegoro, turun ke sungai beramai-ramai menangkap ikan. Jenis ikannya bermacam ragam. Seperti tawes, jendil- sejenis patin, rengkik, lele, nila dan arengan. Meski kondisi air sungai kini tengah pasang, warga tetap menangkap ikan.
Ikan di Sungai Bengawan Solo, mulai diketahui mabuk, saat warga di Kecamatan Padangan melihat ikan-ikan muncul dan mengambang, warga kemudian bergegas turun ke sungai. Ikan yang mabuk dan muncul di sungai, jumlahnya bertambah banyak. (nam/kik)


































.md.jpg)






