News Ticker
  • 1.007 Modin Perempuan Terima Santunan dari Pemkab Bojonegoro
  • Gubernur Khofifah Sebut Tradisi Riyayan Dekatkan Warga Dan Pemimpin
  • Rest Area Bojonegoro Beroperasi H-7 hingga H+7 Lebaran 2026, Maksimalkan Pelayanan untuk Pemudik
  • Ramalan 12 Zodiak Hingga 29 Maret 2026, Taurus, Cancer, Leo, Libra, dan Pisces Beruntung
  • Ini Tips Mengatasi Microsleep Saat Berkendara
  • Harga emas di hari ini Rabu 24 Maret 2026
  • Perkiraan Cuaca Selasa, 24 Maret 2026
  • 24 Maret dalam Sejarah
  • 3.086 Penumpang Naik dan Turun di Stasiun Bojonegoro Hari Ini
  • Puncak Arus Balik 2026 di Stasiun Bojonegoro Diprediksi Terjadi Hari Ini
  • Wajah Wisata di Bojonegoro Timur yang Layak Dicoba
  • Menag Dukung Pembatasan Bermedos untuk Anak sebagai Ijtihad Lindungi Generasi Muda
  • Sejumlah Penyakit yang Kerap Muncul Setelah Lebaran
  • 23 Maret dalam Sejarah
  • 3.378 Penumpang Naik-Turun di Stasiun Bojonegoro Hari Ini
  • Diduga Serangan Jantung, Petani di Kepohbaru, Bojonegoro, Meninggal di Sawah
  • Tetap Jaga Kesehatan di Tengah Serbuan Jajan Lebaran
  • Bupati Bojonegoro Gelar Open House untuk ASN dan Warga
  • 12 Tradisi Unik Saat Lebaran di Indonesia
  • 22 Maret dalam Sejarah
  • Suasana Khidmat di Lapas Bojonegoro pada Hari Raya Idul Fitri
  • Pemkab Bojonegoro Pastikan Jalan Alternatif Lebaran Nyaman Dilewati
  • Pemudik Antusias Manfaatkan Layanan Rest Area Dishub Bojonegoro
  • Ini Jalur Alternatif yang Disiapkan Pemkab Bojonegoro Selama Lebaran 1447 H
Sejarah Hari Ibu dan Luapan di Medsos

Peringatan Hari Ibu

Sejarah Hari Ibu dan Luapan di Medsos

 

Oleh Linda Estiyanti

Sejak pagi tadi, beranda BBM (Blackberry Messenger) saya dipenuhi oleh personal message (PM) dan Display Picture (DP) dari teman-teman saya dengan ucapan selamat hari ibu. Demikian juga beranda facebook dan media sosial (medsos) lainnya yang saya miliki.

Saya merasa wajar ketika ramai dalam medsos meledak status-status semacam itu. Kemudian saya temukan dalam LINE dan beberapa pesan broadcast yang menjelaskan tentang asal muasal hari ibu. Saya sempat tercengang ketika membaca sebuah pesan mengatakan bahwa hari ibu datang dari budaya barat, bukan budaya Indonesia. Saya penasaran dengan kalimat tersebut, kemudian saya mencari tahu bagaimana sejarah hari ibu.

Hari Ibu memperingati peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan tersebut biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Hari Ibu, di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanda, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, Hari Ibu atau Mother's Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day diperingati setiap tanggal 8 Maret. Sementara di Indonesia hari Ibu dirayakan pada hari ini, tanggal 22 Desember, dan telah ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Di Indonesia, perayaan nasional hari Ibu yang dijatuhkan pada setiap tanggal 22 Desember ini ditetapkan tidak dengan sulapan atau asal-asalan. Melainkan ada serangkaian proses sejarah yang penuh perjuangan dan menjadi peristiwa besar di Indonesia, yang sudah sepatutnya kita ketahui. Tahukah kita?

Pada saat itu, tahun 1928, sejumlah pejuang perempuan dari 12 kota di tanah Jawa dan Sumatera mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta. Dalam kongres tersebut, para perempuan kuat tersebut menyatukan pikiran dan semangat untuk ikut berjuang merebut kemerdekaan serta perbaikan nasib kaum perempuan di Nusantara ke depan.

Di antara perempuan tersebut adalah R.A. Kartini, Cut Nya Dien, M. Christina Tiahahu, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Rangkayo Rasuna Said , Nyai Achmad Dahlan, dan Cut Mutiah. Kemudian dari upaya penyatuan cita-cita itu diputuskan membentuk Kongres Perempuan yang kemudian dikenal dengan nama Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Namun penetapan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember tidak diputuskan saat itu juga, melainkan pada 1938 atau tepatnya dalam Kongres Perempuan Indonesia III. Penetapan Hari raya nasional itu diilhami perjuangan para pahlawan perempuan yang hidup di abad ke-19.

Dalam setiap kongres, mereka banyak membahas berbagai isu yang berkembang di dalam negeri. Diantaranya yakni keterlibatan perempuan memperjuangkan kemerdekaan, hingga pelibatan perempuan pada berbagai aspek pembangunan pasca kemerdekaan. Salah satu pencapain dari cita-cita para kaum feminis itu terwujud pada 1959. Soekarno yang saat itu menjabat Presiden Indonesia akhirnya menetapkan bahwa 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959.

Setelah itu, sampai saat ini, perjuangan Kowani di masa pembangunan lebih banyak menyoal perdagangan anak-anak dan perempuan, hingga pernikahan usia dini kaum perempuan. Selain itu, masalah kesehatan para ibu dan gizi para balita juga terus dikaji dalam kongres itu.

Demikianlah sejarah hari Ibu 22 Desember di Indonesia.

Namun, saat ini, substansi dari hari perayaan nasional yang ditujukan bagi seluruh ibu-ibu di Indonesia, atas perannya di dalam keluarga dan tindak sosialnya di tengah masyarakat tersebut telah bergeser maknanya. Masyarakat berbondong-bondong memperingati hari Ibu dengan berbagai cara. Memberi ucapan dan kado kepada ibu, mengucapkan terima kasih dan maaf kepada ibu, hingga mengajak jalan-jalan dan memuliakan ibu dalam sehari pada 22 Desember.

Ibu adalah sosok perempuan yang patut kita puja. Perempuan yang telah mengandung kita selama sembilan bulan, dengan perjuangan sepenuh jiwa dan raganya melahirkan dan menyusui kita. Kemudian ketika kita menangis di suatu malam, ia memberikan ASI untuk menenangkan kita. Dengan belaiannya yang lembut melindungi dan mendidik kita. Hingga pun kita dewasa, Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan mengantarkan kita meraih masa depan dan kebahagiaan. Tanpa peduli dengan kesedihan dan kelelahannya atas perlakuan nakal kita sebagai anak. Tentu kita tahu sedemikian berat perjuangan seorang ibu.

Akan tetapi, di medsos justru ramai beberapa status muda-mudi yang mengkritik tentang ucapan hari ibu oleh anak yang hanya ramai di medsos, sementara dalam prakteknya di dunia nyata seorang anak tersebut tidak bisa merasakan apa substansi dan makna sesungguhnya hari Ibu. Entah datang dari hati yang iba dengan perkembangan zaman yang gila eksis di dunia medsos ini, atau mereka hanya bagian dari orang-orang yang tidak mempunyai kelembutan hati yang sukanya mencela dan menjatuhkan satu sama lain. Entahlah.

Apapun itu, sesungguhnya ucapan yang ramai di medsos, sejatinya tidak pernah mewakili rasa terima kasih kita. Karena pada hakikatnya, ungkapan cinta kepada ibu bukanlah sekedar ucapan. Melainkan bentuk cinta kasih dan bakti seorang anak sebagai ungkapan cinta kepada Ibu dalam pikiran, ucapan dan perbuatan secara nyata. Lantas, bakti apa yang sudah kita haturkan kepada Ibu? Sudahkah kita benar-benar mengucapkan selamat hari Ibu (dari hati) untuk Ibu kita? Saya belum. Semoga ada kesempatan yang baik untuk kita mengucapkannya di waktu yang tepat, di waktu yang Tuhan dan Ibu kita sukai. (lyn/moha)

Banner Ucapan Idulfitri 1447 H ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026

Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026

Academy Awards ke-98 atau Oscar 2026 telah digelar pada 15 Maret 2026 di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles. Berikut adalah ...

1774341389.4055 at start, 1774341389.6395 at end, 0.23401403427124 sec elapsed