News Ticker
  • Penyebab Makanan Sering Terselip di Sela Gigi dan Cara Aman Mengatasinya
  • Misi Dagang Jatim-Kalbar Tembus Rp2,5 Triliun, Gubernur Khofifah Dorong Perluasan Investasi Daerah
  • Kunker ke Semenkidul, TP PKK Bojonegoro Dorong Kemandirian Keluarga Lewat GAYATRI dan Kelola Sampah
  • Gandeng ISI Surakarta, Dekranasda Bojonegoro Susun Kajian Akademis dan Motif Pakem Batik Daerah
  • Ringankan Beban Kekeringan Warga Sumberrejo, PMI dan BPBD Bojonegoro Pasok Air Bersih
  • Mendorong Kemandirian Pemuda, Pemkab Bojonegoro Kembali Buka Bootcamp Ekonomi 2026
  • 12 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 12 Agustus 2026
  • Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Kunjungi Pos Komunitas ‘Mapak’ di Desa Semenkidul
  • Menjaga Rantai Pasok Industri Hulu Migas, Pengusaha Lokal Bojonegoro Didorong Naik Kelas
  • Gaungkan Pertanian Organik di Muktamar Petani Nahdliyin, Bupati Blora Dorong Setiap Desa Sediakan 1 Hektar Lahan
  • Workshop dan News Presenter Competition Warnai HUT ke-28 IJTI di Lamongan
  • Sering Kentut Apakah Sehat? Kenali Batas Wajar dan Tandanya untuk Pencernaan
  • DPRD dan Pemprov Jatim Resmi Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Fondasi Pembangunan Daerah
  • Dorong Budaya Riset untuk Percepat Pembangunan Bojonegoro Bersama INSPIRA RISBO
  • Petani Tembakau Bojonegoro Sumringah, Pemkab Gelontorkan Bantuan Ribuan Kilogram Pupuk NPK
  • Berhenti Saat Ada Perbaikan Jalan, Mobil yang Ditumpangi KH Anwar Zaid Ditubruk Truk di Padangan, Bojonegoro
  • 11 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 11 Agustus 2026
  • Peluang Kembali Normal, Kenali Serba-Serbi Prediabetes dan Cara Pencegahannya
  • 10 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 10 Agustus 2026
  • Jumlah Penumpang Stasiun Bojonegoro Naik 8 Persen, Puluhan Ribu Orang Gunakan Layanan KA Selama Juli 2026
  • Ribuan Warga Meriahkan Malam Festival Ayam Panggang Ledok Kulon
Sejarah Hari Ibu dan Luapan di Medsos

Peringatan Hari Ibu

Sejarah Hari Ibu dan Luapan di Medsos

 

Oleh Linda Estiyanti

Sejak pagi tadi, beranda BBM (Blackberry Messenger) saya dipenuhi oleh personal message (PM) dan Display Picture (DP) dari teman-teman saya dengan ucapan selamat hari ibu. Demikian juga beranda facebook dan media sosial (medsos) lainnya yang saya miliki.

Saya merasa wajar ketika ramai dalam medsos meledak status-status semacam itu. Kemudian saya temukan dalam LINE dan beberapa pesan broadcast yang menjelaskan tentang asal muasal hari ibu. Saya sempat tercengang ketika membaca sebuah pesan mengatakan bahwa hari ibu datang dari budaya barat, bukan budaya Indonesia. Saya penasaran dengan kalimat tersebut, kemudian saya mencari tahu bagaimana sejarah hari ibu.

Hari Ibu memperingati peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan tersebut biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Hari Ibu, di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanda, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, Hari Ibu atau Mother's Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day diperingati setiap tanggal 8 Maret. Sementara di Indonesia hari Ibu dirayakan pada hari ini, tanggal 22 Desember, dan telah ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Di Indonesia, perayaan nasional hari Ibu yang dijatuhkan pada setiap tanggal 22 Desember ini ditetapkan tidak dengan sulapan atau asal-asalan. Melainkan ada serangkaian proses sejarah yang penuh perjuangan dan menjadi peristiwa besar di Indonesia, yang sudah sepatutnya kita ketahui. Tahukah kita?

Pada saat itu, tahun 1928, sejumlah pejuang perempuan dari 12 kota di tanah Jawa dan Sumatera mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta. Dalam kongres tersebut, para perempuan kuat tersebut menyatukan pikiran dan semangat untuk ikut berjuang merebut kemerdekaan serta perbaikan nasib kaum perempuan di Nusantara ke depan.

Di antara perempuan tersebut adalah R.A. Kartini, Cut Nya Dien, M. Christina Tiahahu, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Rangkayo Rasuna Said , Nyai Achmad Dahlan, dan Cut Mutiah. Kemudian dari upaya penyatuan cita-cita itu diputuskan membentuk Kongres Perempuan yang kemudian dikenal dengan nama Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Namun penetapan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember tidak diputuskan saat itu juga, melainkan pada 1938 atau tepatnya dalam Kongres Perempuan Indonesia III. Penetapan Hari raya nasional itu diilhami perjuangan para pahlawan perempuan yang hidup di abad ke-19.

Dalam setiap kongres, mereka banyak membahas berbagai isu yang berkembang di dalam negeri. Diantaranya yakni keterlibatan perempuan memperjuangkan kemerdekaan, hingga pelibatan perempuan pada berbagai aspek pembangunan pasca kemerdekaan. Salah satu pencapain dari cita-cita para kaum feminis itu terwujud pada 1959. Soekarno yang saat itu menjabat Presiden Indonesia akhirnya menetapkan bahwa 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959.

Setelah itu, sampai saat ini, perjuangan Kowani di masa pembangunan lebih banyak menyoal perdagangan anak-anak dan perempuan, hingga pernikahan usia dini kaum perempuan. Selain itu, masalah kesehatan para ibu dan gizi para balita juga terus dikaji dalam kongres itu.

Demikianlah sejarah hari Ibu 22 Desember di Indonesia.

Namun, saat ini, substansi dari hari perayaan nasional yang ditujukan bagi seluruh ibu-ibu di Indonesia, atas perannya di dalam keluarga dan tindak sosialnya di tengah masyarakat tersebut telah bergeser maknanya. Masyarakat berbondong-bondong memperingati hari Ibu dengan berbagai cara. Memberi ucapan dan kado kepada ibu, mengucapkan terima kasih dan maaf kepada ibu, hingga mengajak jalan-jalan dan memuliakan ibu dalam sehari pada 22 Desember.

Ibu adalah sosok perempuan yang patut kita puja. Perempuan yang telah mengandung kita selama sembilan bulan, dengan perjuangan sepenuh jiwa dan raganya melahirkan dan menyusui kita. Kemudian ketika kita menangis di suatu malam, ia memberikan ASI untuk menenangkan kita. Dengan belaiannya yang lembut melindungi dan mendidik kita. Hingga pun kita dewasa, Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan mengantarkan kita meraih masa depan dan kebahagiaan. Tanpa peduli dengan kesedihan dan kelelahannya atas perlakuan nakal kita sebagai anak. Tentu kita tahu sedemikian berat perjuangan seorang ibu.

Akan tetapi, di medsos justru ramai beberapa status muda-mudi yang mengkritik tentang ucapan hari ibu oleh anak yang hanya ramai di medsos, sementara dalam prakteknya di dunia nyata seorang anak tersebut tidak bisa merasakan apa substansi dan makna sesungguhnya hari Ibu. Entah datang dari hati yang iba dengan perkembangan zaman yang gila eksis di dunia medsos ini, atau mereka hanya bagian dari orang-orang yang tidak mempunyai kelembutan hati yang sukanya mencela dan menjatuhkan satu sama lain. Entahlah.

Apapun itu, sesungguhnya ucapan yang ramai di medsos, sejatinya tidak pernah mewakili rasa terima kasih kita. Karena pada hakikatnya, ungkapan cinta kepada ibu bukanlah sekedar ucapan. Melainkan bentuk cinta kasih dan bakti seorang anak sebagai ungkapan cinta kepada Ibu dalam pikiran, ucapan dan perbuatan secara nyata. Lantas, bakti apa yang sudah kita haturkan kepada Ibu? Sudahkah kita benar-benar mengucapkan selamat hari Ibu (dari hati) untuk Ibu kita? Saya belum. Semoga ada kesempatan yang baik untuk kita mengucapkannya di waktu yang tepat, di waktu yang Tuhan dan Ibu kita sukai. (lyn/moha)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Sebelum Nonton Spider-Man Brand New Day, Film-film Ini Perlu Ditonton

Sebelum Nonton Spider-Man Brand New Day, Film-film Ini Perlu Ditonton

Antusiasme penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU) kini kembali meningkat seiring tayangnya petualangan terbaru Spider-Man Brand New Day. Bagi penggemar garis ...

1786557758.2508 at start, 1786557758.5639 at end, 0.31307101249695 sec elapsed