Ayo Wisata Neng Bojonegoro Wae
250 Penari Tengul Hibur Warga Bojonegoro
Sabtu, 26 Desember 2015 15:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Siang tadi, Sabtu (27/12), ribuan warga kota Bojonegoro berjubel di halaman Stadion Letjen H Sudirman. Mereka tampak antusias menyaksikan penampilan gelar tari kolosal. Sedikitnya 250 penari dari sejumlah sanggar, pelajar SMP dan SMA, lemah gemulai membawakan tarian Tengul.
Warna-warni kostum tradisional penari serta tata rias wajah yang menggambarkan sebuah Tengul menambah kemeriahan suasana halaman depan stadion siang itu.
''Gelar kolosal tari Tengul ini dalam rangkaian Hari Jadi Bojonegoro ke-338. Selain itu juga untuk melestarikan budaya daerah dan memperkenalkan sejak dini tari Tengul kepada pelajar dan masyarakat," ungkap Drs Suyanto MM, selaku ketua pelaksana tari Tengul kolosal.
Dia juga menerangkan, gelar tari Tengul kolosal tersebut merupakan embrio untuk persiapan pemecahan rekor MURI pada Agustus 2016 mendatang di lokasi Bendung Gerak Desa Ngringin Rejo, Kecamatan Kalitidu. ''Nanti kegiatan tari Tengul kolosal di Bendung Gerak kita target 5.000 penari," jelasnya kepada beritabojonegoro.com.
Suyanto mengatakan, hari ini penuh hiburan yang dipersembahkan bagi masyarakat Bojonegoro. Sebelumnya, digelar Festival Kuliner, lalu tari Tengul kolosal, dan nanti ditutup dengan hiburan Campursari.
''Ada juga pagi tadi penampilan Reog Ponorogo, dan ditutup campursari sampai pukul 17.00 WIB. Semua acara ini merupakan rangkaian kegiatan yang diadakan Dinas Kebudayaan dan pariwisata," ucapnya.
Warga kota tampak antusias mengikuti semua rangkaian acara sejak pagi. Mulai pukul 08.00 WIB, warga sudah terlihat memadati halaman Stadion Letjen Sudirman. Hingga siang ini jumlah mereka kian berjubel.
Yanto (25), salah seorang penonton mengungkapkan, acara hiburan seperti festival kuliner, seni reog, dan tari Tengul sangat bagus untuk hiburan warga. Acara hiburan tersebut selain murah meriah untuk mengisi masa liburan akhir tahun, juga bisa untuk mengenalkan dan melestarikan budaya daerah.
''Masyarakat kini butuh hiburan yang murah meriah sekaligus bisa menumbuhkan rasa cinta pada budaya daerahnya,'' ujarnya. (pin/tap)
*) Foto tari tengul kolosal di depan stadion letjen sudirman bojonegoro


































.md.jpg)






