Wirausahawan Berdikari
Harus Pintar Kenali Potensi Pasar dan Peluang yang Ada
Minggu, 27 Desember 2015 18:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Setiap orang sebenarnya punya modal besar menjadi wirausahawan. Namun untuk menuju sosok wirausahawan sejati yang sukses, sekaligus berdikari alias berdiri pada kaki sendiri, tidaklah mudah. Sebab, memerlukan proses panjang dan berliku.
Langkah pertama, untuk jadi usahawan itu harus mampu mengenali lingkungan sekitar. Kenalilah potensi ekonomi atau pasar sekitar. Kedua, lihat seksama adakah peluang usaha yang bisa digarap. Ketiga, tidak lupa terus berlatih dan mengasah keterampilan berwirausaha.
Demikian disampaikan Ikwan Kusnadi, seorang pengusaha pendiri franchise Ayam Geprek sekaligus penulis buku asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ketika memberikan materi dalam acara seminar dan pameran kewirausahaan di Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro, Minggu (27/12).
Acara yang mengusung tema, "Ayo Jadi Wirausahawan Berdikari" itu diselenggarakan oleh IDFoS bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro.
Ikhwan Kusnadi, mengungkapkan, dari hasil pengamatannya selama ini, masyarakat Bojonegoro memiliki potensi besar untuk memulai wirausaha. Gairah dan semangat berwirausaha warga Bojonegoro belakangan ini tumbuh besar. "Hal ini kemungkinan dipicu karena menggeliatnya industri migas di Bojonegoro," ujarnya.
Dia menambahkan, Industri migas secara tidak langsung telah membuka potensi pasar cukup besar. Sehingga peluang usaha semakin lebar. Sekarang tinggal bagaimana mengasah potensi wirausaha itu agar peka dan mampu memanfaatkan peluang usaha yang ada.
''Setiap orang itu sudah punya modal yang luar biasa, termasuk masyarakat Bojonegoro. Kini tinggal folow up dan bimbingan saja,'' tandas Ikhwan.
Sebelumnya, Kepala Disnakertransos Adie Witjaksono, mengatakan, sebagai upaya membimbing dan mengasah kemampuan masyarakat Bojonegoro dalam berwirausaha, pihaknya telah banyak membuka program pelatihan. Sayangnya, sejumlah pelatihan itu pesertanya kebanyakan ibu-ibu.
''Beberapa kali kita mengadakan pelatihan gratis, peserta banyak ibu-ibu. Terus mereka yang muda dimana? Apakah gengsi, anak muda ikut pelatihan yang gratis," tandasnya.
Adie mengungkapkan, untuk menjadi wirausahawan tangguh, seseorang itu harus memiliki kemampuan dalam mengenali lingkungan. Kenal lingkungan ini meliputi potensi pasar dan peluang usaha yang mungkin ada atau bisa diadakan.
''Jadi usahawan itu, pertama harus kenali lingkungan sekitar. Ini syarat agar bisa menjadi wirausahawan sukses,'' pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Seminar dan Pameran Kewirausahaan Leli Mubarokah, menuturkan, acara seminar wirausaha itu diikuti 225 peserta. Harapannya, output acara tersebut agar peserta termotivasi untuk mulai berwirausaha.
''Peserta di sini, warga Bojonegoro yang sudah pernah mengikuti pelatihan dari Disnakertransos. Kami harap setelah acara ini peserta bisa segera berwirausaha,'' ujarnya.
Panitia menghadirkan 2 narasumber untuk memotivasi peserta. Keduanya adalah Ikwan Kusnadi, pendiri usaha Franchise Ayam Geprek dan penulis buku asal Kabupaten Sragen, dan Sugito, pemilik usaha travel asal Desa/Kecamatan Gayam, Bojonegoro. (pin/tap)
*) Foto seminar kewirausahaan di pendapa pemkab bojonegoro


































.md.jpg)






