News Ticker
  • Kalender Jawa Hari Ini, Besok Selasa 21 April 2026, Detail Weton Selasa Pon
  • Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik, Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek PPID 2026
  • Transformasi Layanan Labkesmas Bojonegoro Fokus pada Akurasi Uji Lingkungan dan Penjaminan Mutu
  • KORMI Bojonegoro Perkuat Struktur Organisasi dan Sinergi Lintas Sektor Lewat Konsolidasi Serta Halal Bihalal
  • DKPP Hadirkan B’FOS di Area CFD Alun-alun untuk Perkuat Pemasaran Produk Pertanian Bojonegoro
  • Pemprov Jawa Timur Jajaki Kerja Sama Sister Province dengan Alexandria, Fokus pada Sektor Perdagangan Hingga Pendidikan
  • Prakiraan Cuaca 20 April 2026 di Bojonegoro
  • 20 April dalam Sejarah
  • Jatuh dan Tercebur ke Parit, Pemotor asal Rengel, Tuban Meninggal di Kedungadem, Bojonegoro
  • Kena Sanksi dari Kemenkes, Empat RSUD di Bojonegoro Terancam Turun Akreditasi
  • Kalender Jawa Hari Ini, Besok Senin 20 April 2026, Detail Weton Senin Pahing
  • Semarak Pentas Seni Budaya Lokal di Taman Lokomotif Bojonegoro
  • Tabrakan di Balen, Bojonegoro, Seorang Pemotor Luka-luka
  • Gelar Festival Alam Lestari, RPS Tanam Pohon dan Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan di Tuban
  • Rahasia Batu Permata Sesuai Weton, Dipercaya Bawa Hoki dan Perlindungan
  • Kedapatan Curi Tembaga di Kanor, Bojonegoro, 2 Warga Tuban Ditangkap, Satu Lainnya Buron
  • 7 Makanan Ini Diam-diam Bikin Gula Darah Meningkat
  • Penguatan Mental Bagi ODHIV Menuju Target Eliminasi 2030 di Bojonegoro
  • Siklus Banjir dan Kekeringan, Jangan Tunggu Bencana, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Antisipasi Kekeringan
  • Kendala Izin Air Tanah Hambat Upaya Pemkab Bojonegoro Atasi Kekeringan
  • Prakiraan Cuaca 19 April 2026 di Bojonegoro
  • 19 April dalam Sejarah
  • Kalender Jawa Hari Ini, Minggu 19 April 2026, Detail Weton Hari Minggu Legi
  • Pastikan Kualitas BKKD 2025 Sesuai Prosedur Wakil Bupati Bojonegoro Tinjau Langsung Empat Desa
Petani Sekitar Lapangan Minyak Banyu Urip di Bojonegoro Raup Untung Berlipat dari Panen Semangka

Petani Sekitar Lapangan Minyak Banyu Urip di Bojonegoro Raup Untung Berlipat dari Panen Semangka

Bojonegoro - Para petani dari Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro sedang panen semangka.
Satu di antaranya Tangkis. Pria kelahiran 65 tahun lalu itu baru saja panen 1,6 ton semangka dari lahan seluas dua ribu meter persegi miliknya. Bulan depan Tangkis masih akan terus panen dari sisa lahan yang seluruhnya satu hektare itu.
 
Baru kali ini dia menanam semangka. Pilihan ini dia ambil karena masa tanam semangka hanya dua bulan. Jauh lebih cepat ketimbang menanam jagung. Kebutuhan airnya juga tidak terlalu banyak. Sangat cocok untuk lahan tadah hujan milik Tangkis.
 
 
Setiap hari Tangkis cukup menyiraminya secara manual dengan air yang dia angkut dari sumber air di dusun sebelah.
 
Alhamdulillah hasil panen ini sangat menguntungkan, karena kami menerapkan pertanian ekologis ramah lingkungan,” tutur Tangkis kepada wartawan. Senin (16/09/2024).
 
Dengan metode pertanian ekologis ramah lingkungan, Tangkis mulai meninggalkan pupuk dan obat kimia, sehingga biaya operasional sangat murah dan mudah. Dia menggunakan agen hayati dan pupuk kompos yang dia buat sendiri.
 
“Dengan modal satu juta rupiah, saya bisa jual semangka hingga tujuh juta rupiah dan buah terjual habis dibeli masyarakat sekitar,” ucapnya.
 
 

Tangkis (65), salah satu petani Semangka di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur saat panen semangka. Senin (16/09/2024) (Aset: Istimewa)

 
Metode pertanian ekologis ramah lingkungan ini dia pelajari dari Program Sekolah Lapang Pertanian yang diprakarsai operator Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
 
Bermitra dengan Yayasan Daun Bendera, EMCL mendampingi para petani sekitar wilayah operasi Lapangan Banyu Urip. Lebih dari 400 petani dari Kecamatan Gayam dan Kalitidu telah menerima manfaat dari program ini.
 
 
 
Saat mengikuti panen bersama, Camat Gayam, Palupi Hadi Pratih Dewanti mengapresiasi program ini. Menurutnya, selain mampu meningkatkan taraf ekonomi petani, program ini juga mendorong pemulihan lahan yang selama ini telah berkurang kesuburannya.
 
“Kami mendorong pihak desa agar membantu petani untuk terus bisa menerapkan metode ini di luar program dari EMCL,” ujarnya.
 
Camat Palupi berharap nantinya banyak petani yang mau menerapkan metode ini. Karena mengurangi pupuk dan obat kimia berarti hasil buahnya pun lebih sehat.
 
 
 
Sementara itu, perwakilan EMCL, Ali Mahmud mengatakan bahwa Program Sekolah Lapangan Pertanian merupakan komitmen industri hulu migas dalam mendukung upaya Pemerintah untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi.
 
“Kami berharap agar pertanian ramah lingkungan ini bisa berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi para petani,” kata Ali Mahmud. (mul/imm)
 
 
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Panduan Lengkap Prompt AI untuk Media Sosial, Blog, dan YouTube Anda

Panduan Lengkap Prompt AI untuk Media Sosial, Blog, dan YouTube Anda

Para kreator konten dihadapkan pada tuntutan produksi yang luar biasa besar di ruang digital. Persoalan utamanya kini bukan sekadar memproduksi ...

1776711348.1466 at start, 1776711348.4806 at end, 0.33399200439453 sec elapsed