DKR Kunjungi Kerajinan Batik di Balen
Jumat, 01 Januari 2016 11:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Balen – Kurang adanya perhatian terhadap kerajinan batik mengakibatkan beberapa pengusaha dan perajin batik mengalami kesulitan untuk mengembangkan usaha batik. Oleh karena itu, Kamis (31/12) kemarin Dewan Kerja Ranting (DKR) Balen mengadakan kunjungan ke perusahan batik yang ada di Desa Sobontoro Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Anang Sefriyandi selaku Ketua DKR Balen mengatakan, kegiatan kunjungan ke perajin batik pada intinya adalah agar para generasi pemuda paham akan kesenian bangsa terutama kesenian batik terutama batik Jonegoroan. Selain itu, kata dia, kader pramuka juga harus paham tentang hal kewirausahan agar mereka setelah keluar dari pendidikan sekolah bisa mempunyai gambaran usaha kreatif.
"Generasi muda harus siap menghadapi masyarakat ekonomi Asian(MEA),” ujarnya pada BBC, sebutan Beritabojonegoro.com.
Perajin batik Harianto (50) mengatakan, saat ini perajin batik di Bojonegoro mempunyai ciri khas sendiri masalah batik yang disebut batik Jonegoroan. Batik Jonegoroan ini ada 14 motif yaitu diantaranya motif jati, padi, jagung, tembakau, meliwis, sapi, kayangan api tengul, gastro, mangga, belimbing, salak, pisang, rosela. Semua motif batik tersebut adalah ciri khas batik Bojonegoro dan juga termasuk ikon batik Jonegoroan.
"Semua motif batik tesebut diambil dari kesenian dan budaya yang ada di Bojonegoro,” terangnya.
Harianto menuturkan, kerajinan batik memang sangat perlu diperhatikan terutama oleh generasi muda. Jika generasi muda tidak mulai dikenalkan batik maka lambat laun kerajinan batik ini bisa hilang. (nam/kik)


































.md.jpg)






