Terancam Longsor, Warga Mbaru Pasang Trucuk di Bibir Bengawan
Sabtu, 02 Januari 2016 10:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Padangan - Laminah (55), warga Dusun Mbaru, Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan, merasa hidupnya tidak aman. Lahan yang ditempati untuk bangunan rumahya, sedikit-demi sedikit termakan oleh derasnya aliran Sungai Bengawan Solo. Akibatnya kini rumahnya yang terbuat dari papan kayu itu hanya berjarak sekitar 2 meter dari bibir Sungai Bengawan Solo. Rasa was-was makin terasa ketika musim hujan tiba. Untuk menanggulanginya dia memasang trucuk (pagar bambu), di tepi sungai yang letaknya persis di depan rumah.
“Paling takut ya ketika hujan turun malam-malam. Rasanya sungguh mencekam, karena bisa saja longsor terjadi di waktu kita tidur,” ujar perempuan paruh baya itu.
Laminah dan beberapa warga lain mengaku bahwa trucuk tersebut dipasang sendiri secara gotong royong. Bahan baku bambu juga mereka dapatkan sendiri. Dia mengatakan dengan trucuk bisa menghambat longsor yang menerpa bibir Bengawan depan rumahnya. Hanya saja hal itu tidak mengurangi kecemasan mereka lantaran meski terhambat longsor tetap saja tak bisa terhindarkan.
Sebelumnya Laminah beserta keluarganya sudah pindah ke daerah yang lebih aman. Dia menumpang di rumah saudaranya yang terletak persis di belakang rumahnya. Langkah ini juga diikuti oleh keponakannya. Baru pada musim kemarau lalu, dia kembali menempati rumah yang dibangun dengan almarhum suaminya itu.
“Lha ini sudah masuk musim hujan lagi. Aliran sungai semakin deras. Beberapa bagian trucuk yang kita pasang juga mulai rusak. Sebab itu kita sudah siap-siap lagi untuk pindah,” kata Laminah ketika beritabojonegoro.com (BBC) bertandang ke rumahnya.
Seorang warga yang mengetahui cara kerja trucuk, Puji Santoso (28), menjelaskan bahwa trucuk yang dipasang tidak selalu bisa melindungi rumah warga dari musibah longsor. Sifat trucuk, lanjut dia, hanya mengulur waktu saja. Sebab itu dia berharap langkah konkrit harus segera diambil pihak-pihak terkait. Nasib penduduk yang rumahnya terancam longsor harus diselamatkan.
“Sistem kerja trucuk sebetulnya hanya memecah ombak yang menggempur tepi Bengawan. Ombak kecil masih bisa ditangani, kalau ombaknya besar juga tidak bisa diatasi. Wong hanya terbuat dari bambu,” pungkasnya. (rul/kik)


































.md.jpg)






