Geliat Wirausaha
Berjualan di Atas Pikap Jadi Pilihan
Sabtu, 02 Januari 2016 14:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Banyak cara dilakukan orang untuk menyalurkan jiwa wirausahanya. Modal kecil dan keterbatasan tempat, tidak menjadi persoalan. Bagi mereka, dimana pun tempat bisa digunakan untuk berdagang. Termasuk berdagang di atas mobil pikap.
Menurut mereka, berjualan di atas pikap lebih menguntungkan. Karena bisa fleksibel bergerak mendatangi tempat-tempat strategis. Tentunya lokasi yang banyak dilewati atau didatangi orang.
Selain itu, dengan pikap juga lebih cepat dalam mendapatkan barang dagangan. Namun, kadang harus siap pula berurusan dengan petugas Tramtib. Sebab, lokasi mangkalnya bisa jadi termasuk area larangan.
Belakangan ini barang yang dijajakan di atas pikap makin beragam. Ada buah, minuman hangat, makanan, sepatu, pakaian, hingga BBM. Mereka kerap dijumpai mangkal di pinggir jalanan Kota Bojonegoro, seperti Jalan Panglima Sudirman, Teuku Umar, Diponegoro dan lainnya. Ada pula yang mangkal di Jalan Raya Bojonegoro-Surabaya.
Seperti yang dilakukan Agung (27), pedagang buah durian di atas pikap asal Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Dia mengaku memilih berdagang menggunakan pikap karena keterbatasan modal dan tidak punya tempat.
Saat ditemui beritabojonegoro.com, Sabtu (2/2), Agung tampak sibuk melayani pembeli duriannya. Dia memilih mangkal di tepi Jalan Raya Ahmad Yani, masuk wilayah Kecamatan Kapas. Di bak pikapnya bergelantungan buah durian. Tujuannya untuk mengundang mata sekaligus selera pengendara yang lewat.
"Saya baru sehari kemarin (Jumat), mulai berjualan durian di tepi Jalan Raya Kapas ini. Maklum Mas, orang kecil. Mampunya ya jualan di sini, karena kalau menyewa tempat nggak ada uang,'' tuturnya.
Dia menambahkan, setahun lalu dirinya juga pernah berjualan di lokasi yang sama. Itu dilakukan ketika musim durian tiba. Kalau ndak musim, ya tidak berjualan. Dia lebih memilih berjualan di lokasi tepi jalan raya, karena banyak orang yang lewat.
''Kalau di sini lokasinya strategis, banyak yang mampir membeli untuk oleh-oleh keluarga,'' tambahnya.
Bagi para pembeli, keberadaan pedagang yang mangkal di pinggir jalan raya dengan mobil pikap memberikan keuntungan tersendiri. Selain lokasi mudah dijangkau, buahnya lebih segar, dan harganya pun juga tergolong murah.
Hal itu diakui Eko (35), seorang pembeli buah durian asal Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Selama ini dia lebih suka memilih membeli buah yang dijajakan di atas mobil pikap di tepi jalan.
"Karena saya membeli, sekalian pulang. Seperti saat ini perjalanan pulang ke rumah sekalian mampir beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah, Mas. Keluarga saya itu suka buah durian,'' ujarnya saat ditemui usai membeli durian di pikap Agung. (pin/tap)
*) Foto pembeli di pikap durian


































.md.jpg)






