Revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro Dikerjakan Tahun Ini, Anggaran 80 M
Jumat, 16 Januari 2026 17:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengumumkan rencana besar revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro yang akan dimulai tahun ini. Pasar tradisional yang terletak di tepi Bengawan Solo ini akan diubah menjadi bangunan modern tiga lantai dengan konsep multifungsi, guna meningkatkan kenyamanan pedagang, pengunjung, serta mendukung aktivitas masyarakat secara lebih luas.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk penghargaan bagi para pedagang yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di daerah tersebut.
"Kami ingin para pedagang menempati fasilitas yang memadai. Fokus kami adalah menghadirkan tempat yang bersih dan nyaman, sehingga baik penjual maupun pembeli bisa bertransaksi dengan hati yang senang," ujarnya.
Revitalisasi ini dirancang dengan pendekatan humanis dan inklusif. Lantai satu dan dua akan difungsikan sepenuhnya untuk kios-kios pedagang, dengan penataan yang lebih terang, rapi, dan bebas dari kesan kumuh. Sementara lantai tiga akan dialokasikan sebagai sarana olahraga serta kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro, sehingga pasar tidak hanya menjadi pusat jual beli, melainkan juga ruang publik yang mendukung gaya hidup sehat dan pembinaan olahraga lokal.
Proyek senilai Rp 80 miliar ini telah melalui tahap persiapan matang, termasuk musyawarah mufakat dengan para pedagang yang digelar sejak Agustus 2025 bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PKP Cipta Karya). Koordinasi pengerjaan fisik ditangani oleh Dinas PKP Cipta Karya, dengan target pekerjaan dimulai sepanjang 2026.
Menurut Achmad Gunawan, transformasi ini diharapkan menjadi wajah baru Bojonegoro yang modern namun tetap ramah dan dekat dengan akar tradisional masyarakat. Pasar Kota, yang selama ini berfungsi sebagai pusat ekonomi sekaligus tempat silaturahmi warga, akan lebih representatif, bersih, sehat, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung—sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga pedagang.
Rencana ini sejalan dengan prioritas Pemkab Bojonegoro di tahun 2026, yang juga mencakup revitalisasi ruang terbuka hijau seperti Alun-Alun dan Taman Rajekwesi. Dengan demikian, Pasar Kota Bojonegoro diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan lokal, tapi juga berkembang menjadi ikon kemajuan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.(red/toh)





.sm.jpg)

























.md.jpg)






