Pemprov Jatim Pererat Kerja Sama dengan Swedia, Fokus Transportasi hingga Beasiswa Kedokteran
Minggu, 15 Februari 2026 16:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur – Pemerintah Provinsi Jawa Timur semakin serius memperkuat kemitraan internasionalnya. Dalam pertemuan strategis di Surabaya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, sepakat untuk mempertajam kolaborasi, terutama pada sektor transportasi publik dan kualitas pendidikan.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah konkret untuk membawa perubahan bagi masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan di Jawa Timur,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.
Sektor transportasi menjadi salah satu poin krusial dalam diskusi tersebut. Saat ini, Pemprov Jatim tengah memprioritaskan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) sebagai solusi mobilitas di wilayah Gerbangkertosusila. Swedia, dengan reputasi teknologinya yang mumpuni, dilirik sebagai mitra strategis untuk mendukung sistem transportasi modern, mulai dari manajemen operasional hingga sistem tiketing.
Selain rencana baru, Khofifah juga mengingatkan bahwa investasi Swedia di Jawa Timur sebenarnya sudah memiliki akar yang kuat.
“Bahkan Swedia juga telah berinvestasi Ship Building atau bidang perkapalan yang berlokasi di Banyuwangi. Sudah berjalan selama 30 tahun,” tuturnya.
Di bidang pendidikan, fokus kerja sama diarahkan pada peningkatan kualifikasi SDM melalui program beasiswa dan pertukaran akademik. Delegasi Swedia dijadwalkan menyambangi dua kampus besar, yakni Unair dan ITS, untuk menjajaki program doktoral bidang kesehatan.
"Beliau juga akan ke Unair dan ITS untuk membangun kerjasama beasiswa pendidikan di Swedia. Utamanya pada jenjang Medical PhD bagi mahasiswa Unair," kata Khofifah.
Menariknya, kolaborasi ini juga menyentuh pendidikan menengah. Khofifah memperkenalkan keunggulan enam SMA Taruna berbasis boarding school di Jatim sebagai wadah potensial untuk dikerjasamakan dalam hal penguasaan bahasa internasional.
"Di Indonesia ini, hanya Jawa Timur yang memiliki SMA Negeri berbasis Boarding School yaitu SMA Taruna di enam titik. Di dalamnya adalah anak-anak Best Of The Best dari berbagai daerah tidak hanya Jawa Timur," ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, menyatakan ketertarikannya untuk memperdalam hubungan dengan wilayah-wilayah potensial di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
"Banyak hal yang dibahas bersama Ibu Gubernur hari ini, diantaranya transportasi, energi, layanan kesehatan dan industri manifaktur. Namun kali ini sektor pendidikan dan transportasi umum akan jadi prioritas kita bersama dalam waktu dekat," ungkapnya.
Dubes Blockert juga menyoroti peluang investasi industri yang sangat dinamis di Jatim. Terkait kebutuhan transportasi publik, ia menawarkan dukungan melalui keunggulan otomotif Swedia seperti Scania dan Volvo yang sudah dikenal luas.
"Kaitannya sektor industri yang sangat tumbuh pesat di Jawa Timur, kami akan sangat senang membawa kabar ini kembali ke Swedia. Harapannya nanti akan lebih banyak perusahaan yang berminat untuk melakukan investasi di Jatim," tuturnya.
Ke depan, investasi Swedia diprediksi akan terus merambah berbagai lini. Selain nama besar seperti IKEA, Electrolux, dan H&M yang sudah hadir, sejumlah perusahaan lain dikabarkan tengah melirik Jawa Timur bukan hanya sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai pusat produksi. (red/toh)































.md.jpg)






