Tips Praktis Tetap Fit dan Bugar Selama Puasa Ramadan
Kamis, 19 Februari 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Puasa Ramadhan bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan dan kebugaran tubuh. Justru, dengan pengaturan pola makan, minum, istirahat, dan aktivitas yang tepat, kamu bisa menjalani ibadah dengan lancar sambil tetap energik, menghindari lemas, dehidrasi, atau masalah pencernaan.
Berikut beberapa langkah sederhana dan efektif yang bisa diterapkan agar tubuh tetap prima sepanjang bulan suci:
Pilih menu sahur dan berbuka yang bergizi seimbang. Hindari makanan instan atau berat yang sulit dicerna. Prioritaskan karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum), protein (telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu-tempe), sayur dan buah segar, serta lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan). Mulai berbuka dengan kurma dan air putih, lalu lanjut makanan ringan seperti sup atau buah sebelum makan utama.
Terapkan pola minum 2-4-2 untuk cegah dehidrasi. Minum dua gelas air saat berbuka, empat gelas selama malam hingga sebelum tidur, dan dua gelas lagi saat sahur. Ini membantu menjaga cairan tubuh tetap optimal meski tidak minum seharian. Hindari minuman manis berlebih, kopi, atau teh pekat yang bisa mempercepat hilangnya cairan.
Istirahat singkat saat merasa lelah. Rasa kantuk dan lemas sering muncul karena tubuh beradaptasi dengan puasa. Sisihkan 5–15 menit untuk istirahat mata atau tidur siang singkat agar energi cepat pulih dan konsentrasi tetap terjaga.
Tetap bergerak, tapi pilih waktu yang pas. Olahraga ringan seperti jalan kaki, stretching, atau senam ringan tetap penting. Lakukan sekitar 30–60 menit sebelum berbuka atau setelah salat tarawih, sehingga tubuh bisa langsung mengisi ulang cairan dan nutrisi. Hindari latihan berat di siang hari.
Jangan makan berlebihan saat berbuka. Makan terlalu banyak sekaligus bisa menyebabkan perut tidak nyaman, mengantuk berat, atau lonjakan gula darah. Mulai dengan porsi kecil, lalu tambah secara bertahap. Batasi gorengan, makanan tinggi gula dan garam, serta camilan berlemak tinggi.
Jangan pernah skip sahur. Sahur adalah “bensin” utama untuk menjalani puasa. Melewatkannya membuat tubuh lebih cepat lelah, mudah haus, dan rentan sakit. Pastikan sahur bergizi, cukup volume, dan tidak terlalu dekat waktu imsak agar pencernaan nyaman.
Jaga ritme tidur tetap teratur. Usahakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, meski jadwal salat malam berubah. Tidur berkualitas membantu menjaga daya tahan tubuh dan mengurangi risiko mudah capek atau sakit.
Dengan menerapkan tips ini secara konsisten, puasa bisa berjalan lebih ringan, ibadah lebih fokus, dan tubuh tetap bugar hingga hari raya Idul Fitri tiba. Dengarkan kondisi tubuh masing-masing—jika ada keluhan seperti pusing berkepanjangan atau lemas berlebih, segera istirahat dan konsultasikan ke tenaga medis.































.md.jpg)






