Senyum di Atas Pedal Listrik, Napas Baru Tukang Becak Lansia Bojonegoro
Rabu, 11 Maret 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Lalu lalang kendaraan di pusat Kota Bojonegoro pada Selasa (10/03/2026) lalu menjadi saksi bisu sebuah perubahan bagi para pengayuh becak usia lanjut. Bagi puluhan penarik becak lansia yang selama ini menggantungkan hidup pada kekuatan otot kaki, sebuah harapan baru hadir lewat bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Bagi para penerima manfaat, bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) ini bukan sekadar pergantian unit kendaraan. Ini adalah bentuk martabat baru di usia senja. Rasa lelah yang biasanya menggelayut di pundak setelah seharian mengayuh, kini berganti dengan kemudahan teknologi yang meringankan beban fisik mereka.
Salah satu penarik becak yang usianya hampir menginjak delapan dekade, Sadikun, tak mampu menyembunyikan harunya. Selama puluhan tahun, ia setia dengan becak kayuh konvensional meski hasil yang dibawa pulang sering kali hanya berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 40.000 per hari. Angka yang jauh dari kata cukup, namun tetap ia syukuri demi dapur yang harus tetap mengepul.

Para penerima manfaat menunjukkan senyum sumringah atas perubahan nasib mereka. sebanyak 200 warga lansia pengayuh becak menerima becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto, Selasa (10/03/2026). Aset: Istimewa
Saat pertama kali memegang kemudi becak listriknya, mata Sadikun tampak berkaca-kaca. Ia mencoba menjalankan kendaraan barunya dengan sangat hati-hati, seolah masih tidak percaya bahwa beban berat yang selama ini ia kayuh kini bisa bergerak hanya dengan sedikit tenaga.
"Terima kasih Bapak Prabowo, Pak Bupati, dan Yayasan GSN. Semoga beliau selalu sehat dan diparingi rezeki yang banyak," ucap Sadikun lirih dengan suara yang bergetar.
Manfaat nyata juga dirasakan oleh Ngadimin. Sebagai tulang punggung keluarga di usia yang tak lagi prima, jalanan Bojonegoro yang terkadang menanjak sering kali membuatnya terengah-engah. Kaki yang renta kerap kali menyerah sebelum hari berakhir karena kelelahan yang luar biasa.
Dengan adanya teknologi listrik ini, Ngadimin merasa seperti mendapat suntikan semangat baru untuk terus mencari nafkah. Keluhan napas yang sesak dan kaki yang kaku saat menghadapi tanjakan kini mulai berkurang.
"Sekarang lebih ringan. Tidak terlalu capek seperti dulu. Saya masih bisa bekerja untuk keluarga," katanya sambil memamerkan senyum lebarnya.
Kehadiran becak listrik ini tidak hanya menjadi solusi ekonomi dan fisik bagi para lansia, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan jajaran Forkopimda, bahkan ikut serta dalam konvoi menyusuri ruas jalan kota untuk merasakan langsung kehadiran transportasi baru ini.
Bupati Setyo Wahono berharap bantuan ini menjadi pemantik kesejahteraan bagi keluarga para penarik becak. Selain meringankan beban fisik pengemudi, becak listrik dinilai lebih ramah lingkungan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari transportasi wisata lokal di Bojonegoro ke depannya.
Bagi Sadikun, Ngadimin, dan ratusan rekan sejawatnya, bantuan ini adalah pengakuan bahwa perjuangan mereka di jalanan tidak dilupakan. Becak listrik tersebut menjadi simbol bahwa di hari tua pun, mereka tetap bisa menjalani profesinya dengan langkah yang lebih ringan dan hati yang lebih tenang.(red/toh)































.md.jpg)






