Asoka Berseri Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomi
Kamis, 14 Januari 2016 11:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Soko - Sampah adalah bahan baku yang sudah tidak berguna lagi di masyarakat. Setiap hari masyarakat pasti menghasilkan sampah dan jika sampah tersebut tidak dikelola secara serius akan menimbulkan berbagai masalah baik lingkungan, kebersihan dan kesehatan.
Untuk mengelola sampah agar lingkungan desa menjadi bersih dan rapi pemerintah Desa Soko Sari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban membentuk komunitas ''Asoka Berseri'' . Selain itu dengan dibentuknya komunitas tersebut masyarakat juga bisa belajar mengelola sampah dengan lebih terorganisir.
''Sampai saat ini perhatian terhadap sampah masih minim. Kami ingin membuat lingkungan yang bersih agar kehidupan di masyarakat lebih sehat,” terang Kepala Desa Soko Sari, Edi Purnomo.
Ia mengatakan banyak yang menilai bahwa sampah adalah barang yang sudah tidak bermanfaat lagi namun jika bisa mengelola dengan baik sampah bisa juga bernilai ekonomis.
''Selain dari sisi kebersihan kita juga bisa menjual hasil pengelolaan sampah yang sudah terpadu ini dan hasilnya bisa untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Program ini terwujud awalnya adalah dari hasil pelatihan masyarakat yang diadakan oleh JOB PPEJ tentang pengelolaan sampah pada desember 2015. Hasil dari pelatihan tersebut akhirnya di bentuklah komunitas Asoka Berseri yang mencakup beberapa bidang yaitu bank sampah, pemanfaatan lahan kosong, pembuatan kompos, kerajinan tangan, dan pembuatan pakan ternak.
''Kami baru mulai awal Januari untuk anggota saat ini sudah mencapai 24 orang terdiri dari ibu - ibu PKK warga sukarela dan kader karang taruna yang akan terus kami kembangkan, Setiap anggota akan diberikan rekening bank sampah dan setiap hari sabtu menyetorkan sampah anorganik ke tempat penampungan,” ujarnya.
Kedepanya Asoka Berseri akan bekerja sama pula dengan lembaga pendidikan yang ada di Desa Soko Sari untuk ikut mengumpulkan sampahnya agar terkelola dengan baik.
''Sementara penyetoran sampah hanya dari anggota untuk selanjutnya akan diupayakan dari tiap RT ikut serta dan juga lembaga pendidikan,” tandasnya. (ping/kik)


































.md.jpg)






