Gubernur Jawa Timur Raih Penghargaan Nasional Berkat Penguatan Koperasi Desa dan Hilirisasi Agro
Sabtu, 25 April 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui penghargaan bergengsi National Governance Awards 2026. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan pada kategori Economic Growth Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih Program sebagai apresiasi atas keberhasilan memajukan ekonomi kerakyatan dan hilirisasi sektor strategis.
Dalam kesempatan di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (24/04/2026), Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bangga atas pengakuan yang diberikan kepada kinerja kolektif pemerintah dan masyarakat Jawa Timur tersebut.
“Tentu kita bersyukur, bahagia, dan bangga ketika apa yang kita lakukan mendapat apresiasi dalam forum yang sangat prestisius,” ujarnya kepada awak media.
Khofifah menjelaskan bahwa struktur ekonomi Jawa Timur saat ini didominasi oleh industri pengolahan. Kendati demikian, pemerintah provinsi tetap berkomitmen memperkuat basis ekonomi dari tingkat desa melalui peran koperasi guna memastikan distribusi kesejahteraan yang lebih merata di seluruh wilayah.
“Kontribusi terbesar kita saat ini berasal dari industri pengolahan. Tapi kita terus berikhtiar memperkuat ekonomi berbasis desa melalui koperasi, agar manfaatnya lebih merata,” jelasnya.
Transformasi ekonomi ini juga diarahkan pada penguatan hilirisasi, terutama pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan produktivitas masyarakat di pedesaan. Gubernur menekankan pentingnya memberikan nilai tambah pada produk pertanian agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar yang lebih luas.
“Jawa Timur sebenarnya hilirisasinya sudah cukup maju di sektor industri. Sekarang kita ingin memperkuat hilirisasi di sektor agro, hortikultura, dan peternakan,” kata Khofifah.
Beliau juga menambahkan bahwa strategi pembangunan ke depan akan difokuskan pada upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal melalui proses pengolahan yang lebih lanjut. Langkah ini dianggap vital untuk memperluas lapangan kerja bagi warga Jawa Timur.
“Apa yang bisa memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat, itu yang terus kita dorong. Hilirisasi menjadi bagian penting,” tegasnya.
Selain mengejar pertumbuhan, Gubernur Khofifah juga memperhatikan aspek ketahanan ekonomi dengan menjaga harmoni antara sektor industri besar dengan sektor pertanian. Keseimbangan ini dinilai menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.
“Keseimbangan antara sektor industri dan pertanian harus terus dijaga agar ketahanan ekonomi daerah tetap kuat,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Khofifah berharap penghargaan ini menjadi suntikan semangat bagi jajaran pemerintah daerah untuk terus melahirkan program-program yang inklusif. Ia menargetkan agar manfaat pembangunan ekonomi dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa.
“Kita berharap upaya ini terus bisa kita tingkatkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya.(red/toh)





































