Pemkab Bojonegoro Matangkan Program Gayatri 2026 dan Perkuat Pendampingan Pascapenyaluran
Rabu, 06 Mei 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) kini tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri atau Gayatri untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil sebagai komitmen berkelanjutan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan aset produktif di sektor peternakan.
Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus melakukan verifikasi lapangan terhadap calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 28 kecamatan. Tahapan seleksi ini sangat krusial guna menjamin akurasi data sebelum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai dasar hukum penyaluran.
“Penyaluran bantuan saat ini belum dilaksanakan karena masih dalam proses verifikasi calon KPM. Setelah itu akan diajukan SK Bupati, dilanjutkan dengan bimbingan teknis, kemudian distribusi bantuan sesuai timeline rangkaian direncanakan dimulai dibulan Mei atau Juni,” jelasnya, Selasa (05/05/2026).
Selain mempersiapkan kuota baru, Indra memaparkan capaian positif dari pelaksanaan program serupa pada periode sebelumnya. Program Gayatri yang menggunakan sumber dana APBD 2025 tercatat telah mendistribusikan sebanyak 291.600 ekor ayam petelur kepada 5.400 KPM. Hingga saat ini, produktivitas telur dari ribuan ayam tersebut diklaim telah menyentuh angka 88 persen.
Pemerintah daerah tidak sekadar melepas bantuan begitu saja, namun juga memberikan pengawalan intensif. Bentuk pendampingan yang diberikan meliputi teknik pemeliharaan yang baik, program vaksinasi rutin untuk mencegah penyakit unggas, hingga membantu peternak dalam memasarkan hasil produksi telur mereka ke pasar.
“Penerima Program Gayatri tahun 2025 masih terus kami dampingi, baik dari sisi teknis pemeliharaan maupun pemasaran, agar usaha ternak yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.
Bantuan berupa ayam petelur dipilih karena karakteristiknya yang mampu memberikan arus kas harian bagi keluarga. Dengan masa produksi yang rutin, masyarakat penerima diharapkan memiliki pendapatan tambahan yang stabil untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di samping pekerjaan utama mereka.
“Melalui ayam petelur, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan harian. Selain itu, perawatannya relatif mudah dan bisa dijadikan usaha sampingan,” ungkapnya.
Namun, keberhasilan jangka panjang program ini sangat bergantung pada kedisiplinan warga dalam mengatur keuangan hasil ternak. Indra memberikan catatan khusus agar para peternak menyisihkan sebagian keuntungan guna membeli pakan berkualitas serta mempersiapkan regenerasi bibit ayam ketika masa produktivitas ternak lama sudah mulai menurun.
Melalui sinergi antara bantuan stimulan dan pendampingan teknis yang kuat, Program Gayatri diharapkan dapat bertransformasi menjadi pilar kemandirian ekonomi yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Bojonegoro secara luas.(red/toh)






































