TP PKK Sugihwaras Kampanyekan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Jadi Berkah
Sabtu, 23 Mei 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro— Tim Penggerak PKK Kecamatan Sugihwaras menggelorakan gerakan pengelolaan sampah rumah tangga dan perilaku hidup bersih melalui pelatihan khusus di pendopo kecamatan setempat, Jumat (22/05/2026) kemarin. Kegiatan bertajuk Pengelolaan Sampah dari Rumah Menjadi Berkah ini diikuti oleh kader PKK dari seluruh desa se-Kecamatan Sugihwaras dengan tujuan mendorong lahirnya gerakan pengelolaan sampah berbasis keluarga di lingkungan masing-masing.
Camat Sugihwaras, Supranata, mengapresiasi peran kader PKK sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih. Menurutnya, persoalan sampah saat ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan kebersihan semata.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Jika setiap keluarga mampu memilah dan mengelola sampah dengan baik, lingkungan desa akan lebih bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Ketua TP PKK Kecamatan Sugihwaras, Uswatul Chasanah, mengajak seluruh kader untuk langsung mengimplementasikan hasil pelatihan ini menjadi aksi nyata di desa masing-masing, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka.
“Kader PKK harus menjadi contoh dalam memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan membiasakan perilaku hidup bersih di rumah tangga,” katanya.
Dalam sesi materi, narasumber dari Alas Institute, Sri Qomariyah, memaparkan pentingnya penerapan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari, seperti membawa tas belanja sendiri dan memilah sampah organik serta anorganik sejak dari rumah.
“Sebagian besar sampah rumah tangga sebenarnya masih dapat dimanfaatkan kembali jika dipilah dengan benar. Sampah bukan hanya dibuang, tetapi juga bisa bernilai ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Achmad Danial Abidin, memperkenalkan praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program arisan sampah yang dikembangkan oleh Komunitas MAPAK atau Emak-emak Berdampak. Program serupa sebelumnya juga sudah berjalan sukses di Desa Trucuk dengan dukungan ExxonMobil bersama Alas Institute selaku mitra pelaksana.
“Ketika sampah dipilah dan dikelola bersama, hasilnya bisa menjadi tabungan, memiliki nilai ekonomi, sekaligus mempererat solidaritas antarwarga. Inilah yang dimaksud sampah dari rumah menjadi berkah,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat diskusi interaktif dan praktik pemilahan sampah dari dapur berlangsung, salah satunya diungkapkan oleh Yusiati yang berencana membagikan wawasan baru ini kepada tetangga di lingkungannya.
“Ilmu ini sangat bermanfaat dan ingin saya terapkan serta bagikan kepada warga di lingkungan saya,” katanya.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, TP PKK Kecamatan Sugihwaras berharap kesadaran kolektif yang terbangun dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus produktif bagi masyarakat. (red/toh)






































