RAPI Bojonegoro Rumuskan Arah Baru dalam Muswil ke-9
Minggu, 17 Mei 2026 16:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 1304 Bojonegoro menggelar Musyawarah Wilayah ke-9 di Aula Universitas Bojonegoro untuk memperkuat tata kelola organisasi serta merumuskan program kerja baru. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (17/05/2026) tersebut mengusung tema meningkatkan peran organisasi pemerintah dan masyarakat sebagai acuan pergerakan ke depan. Melalui forum tertinggi tingkat daerah ini, seluruh anggota berkumpul guna mengevaluasi kinerja sekaligus menentukan arah kepemimpinan baru yang responsif terhadap kebutuhan sosial dan komunikasi kebencanaan.
Dalam pelaksanaan forum tersebut, agenda utama difokuskan pada penyusunan struktur pergerakan yang solid melalui tiga pilar kepatuhan. Ketua Sementara RAPI Bojonegoro, Kuncoro, menekankan bahwa nahkodah baru yang akan terpilih nanti memikul tanggung jawab besar untuk membawa organisasi ke arah yang lebih profesional. Pondasi internal harus diperkuat agar kehadiran para relawan komunikasi ini dapat dirasakan secara langsung oleh elemen masyarakat luas maupun jajaran birokrasi yang membutuhkan percepatan informasi.
“Harapan kami, siapapun yang nantinya terpilih dapat menjaga tiga tertib organisasi, yaitu tertib administrasi, tertib organisasi, dan tertib komunikasi. Itu menjadi dasar pondasi organisasi agar semakin kuat, memiliki inovasi yang baik, serta memberikan manfaat sosial bagi masyarakat,” ujar Kuncoro.
Arah pengembangan organisasi tersebut juga mendapat dukungan penuh dari tingkat provinsi yang melihat momentum ini sebagai fase krusial penyegaran kepengurusan. Ketua RAPI Daerah 13 Jawa Timur, Aef Syaifudin, menjelaskan bahwa musyawarah ini memuat tiga agenda esensial yang meliputi pertanggungjawaban kinerja periode sebelumnya, pemetaan program kerja taktis, serta pemilihan ketua baru. Pemilik hak suara diharapkan menggunakan haknya secara bijak demi kelangsungan visi misi organisasi selama empat tahun ke depan.
“Kami berharap siapapun yang terpilih nantinya dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik sesuai aturan dan tata kelola organisasi yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pengurus baru diminta untuk segera menyusun program jangka pendek, termasuk menggelar bimbingan teknis untuk internal. Proses transisi diharapkan berjalan mulus dengan tetap melibatkan bimbingan dari para pengurus lama agar fungsi kepengurusan dapat berjalan optimal dan program yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.
Di sisi lain, pergerakan organisasi ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang melihat kontribusi penting para anggota dalam mendukung komunikasi sosial dan pelayanan informasi publik. Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan pandangannya mengenai peran vital komunitas radio dalam menjembatani penyebaran informasi darurat dan mendukung penanganan situasi kritis di tengah masyarakat.
“RAPI bukan hanya komunitas komunikasi radio, tetapi juga menjadi bagian dari relawan kemanusiaan yang selama ini turut membantu pemerintah dalam penyebaran informasi, terutama saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya,” ujarnya.
Guna mempererat kolaborasi taktis di lapangan, pemerintah daerah menginstruksikan beberapa pejabat dari dinas terkait, seperti Dinkominfo dan BPBD Bojonegoro, untuk masuk ke dalam struktur kepengurusan yang baru. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat sinergisitas penyampaian informasi serta memperkuat ketahanan sosial hingga ke tingkat desa.
Melalui pelaksanaan musyawarah ke-9 ini, tata kelola kelembagaan diharapkan semakin kuat dan inovatif dalam menghadapi perkembangan dinamika sosial. Komitmen bersama dari seluruh jajaran anggota menjadi modal utama bagi roda organisasi untuk terus eksis sebagai mitra strategis yang diandalkan dalam kegiatan kemanusiaan.






































