PKL Taman Rajekwesi Berharap Diberi Solusi
Senin, 25 Januari 2016 08:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Masalah pedagang kaki lima (PKL) memang tak pernah ada habisnya di satu pihak pemerintah ingin menghadirkan taman kota yang terlihat rapi dan indah namun di sisi lain pedagang kaki lima yang menggantungkan hidupnya dari berjualan di area taman tidak bisa berbuat banyak karena hanya lokasi tersebut satu - satunya mata pencahariannya.
Seperti yang terlihat di area sekitar Taman Rajekwesi Bojonegoro. banyak PKL yang merasa keberatan jika mereka diusir dari sana. Salah satunya adalah kelompok persewaan mainan anak - anak.
''Beberapa kali kami sudah berdiskusi dengan pemerintah kabupaten namun mereka tidak pernah memberikan solusi yang baik,” ungkap Yoyon selaku Ketua Paguyuban PKL mainan anak - anak kepada BBC, Senin (25/01).
Mereka adalah PKL eks Alun – Alun Bojonegoro yang sudah ditertibkan dan diberi pilihan untuk pindah ke Teminal Rajekwesi yang baru, namun relokasi ke terminal baru dirasa kurang pas.
''Yang terakhir kami diminta pindah ke terminal baru , tapi di sana tidak cocok untuk mainan terlalu beresiko bagi anak,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Adi salah satu PKL persewaan motor mainan yang setiap hari beroperasi di area Taman Rajekwesi. Menurutnya PKL tidak meminta banyak, asal diberikan tempat yang layak sudah cukup.
''Kalau pemerintah mengusir harusnya ada solusi dan kesepakatan yang jelas, jangan sepihak, asalkan kami diberi tempat walaupun membayar juga tidak masalah,” terangnya.
Salah satu PKL eks Taman Rajekwesi yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan pemerintah harusnya memberikan tempat relokasi terlebih dahulu sebelum mengusir mereka.
''Katanya akan dibangunkan lokasi PKL di sini tapi harusnya kami dibiarkan dulu sebelum lokasi tersebut selesai di bangun,” ujarnya.
Di hari Sabtu dan Minggu tampak Terminal Rajekwesi memang ramai oleh pengunjung utamanya di pagi dan sore hari.
Menurut Yazid salah satu pengunjung Taman Rajekwesi ia tidak merasa keberatan dengan kehadiran para PKL tersebut. “Tidak masalah ada PKL di sini asal tertata rapi, kalau terlalu banyak PKL mungkin baru bermasalah, pemerintah harus punya solusi terbaik agar mereka para PKL juga bisa mencari nafkah,” ujarnya. (ping/kik)


































.md.jpg)






