Petani Bantaran Bengawan Solo Diminta Segera Panen Padi
Senin, 25 Januari 2016 09:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Hujan deras terus mengguyur wilayah Bojonegoro sejak beberapa hari terakhir. Hujan deras itu rawan menyebabkan terjadinya banjir bandang dan banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, petani yang mempunyai lahan sawah di daerah bantaran sungai diminta segera memanen tanaman padinya.
"Kalau bisa panennya dipercepat karena hujan deras terus mengguyur wilayah Bojonegoro. Khawatirnya nanti sungai meluap dan merendam padi yang sudah kuning itu," ujar Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Ahmad Djupari.
Dia menjelaskan, ada beberapa kecamatan yang rawan terendam banjir akibat luberan air dari Sungai Bengawan Solo di antaranya Kalitidu, Dander, Bojonegoro, Trucuk, Malo, Kapas, Balen, Kanor, Sumberejo, dan Baureno.
Dia meminta kepada petani yang padinya sudah menguning untuk segera melakukan panen. Itu untuk menghindari kerugian para petani jika sewaktu-waktu banjir dari Bengawan Solo datang. "Di Kecamatan Baureno dan Kanor rata-rata padinya sudah menguning, idealnya seminggu sampai sepuluh hari lagi baru dapat dipanen, tapi jika melihat kondisi cuaca yang sering turun hujan sebaiknya pemanenannya dipercepat," katanya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Suyoto juga mengimbau masyarakat Bojonegoro agar waspada terhadap kiriman air banjir dari wilayah hulu seperti Blora, Kudus, Ngawi dan sekitarnya. Pihaknya juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam menyambut datangnya kiriman air banjir di Sungai Bengawan Solo.
"Kita sudah siapkan semuanya, mulai tenda pengungsian korban banjir, logistik serta alat pendukung lainnya untuk menanggulangi banjir," ujarnya. (mol/kik)


































.md.jpg)






