Pembibitan Jamur Tiram Butuh Suasana Steril
Senin, 01 Februari 2016 15:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Ngraho-Bagi para pengusaha atau pembudidaya jamur tiram, proses yang paling sulit adalah pembibitan. Paling tidak itu diakui oleh salah seorang pembudidaya jamur tiram putih di Desa Payaman Kecamatan Ngraho, Arif Rianto (31).
Kepada beritabojonegoro.com (BBC), Arif mengaku pembibitan pada usaha rumahan miliknya, tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Harus dirinya dan dikerjakan di malam buta saat semua orang sudah istirahat. “Saya mengerjakannya saat malam hari. Di ruangan khusus,” kata dia, Senin (01/02)
Arif melanjutkan, kalau salat malam itu biasanya dia tidak mandi, tetapi kalau hendak melakukan pembibitan, harus mandi. “Sebab tidak boleh terkana keringat, tersentuh tangan saja tidak bisa. Juga yang lainnya seperti suara keras, angin, atau bau dan bunyi seperti kentut,” terangnya seius.
Itulah mengapa dia mengatakan tidak menyerahkan proses pembibitan ke orang lainnya di antara para karyawannya. Proses pmbibitan jamur tiram pada intinya butuh suasana yang steril penuh. “Harus saya sendiri. Sebab ini proses yang paling menentukan jadi atau tidak nanti,” terang ayah dua anak itu.
Arif adalah pembudidaya jamur tiram putih di Desa Payaman Kecamatan Ngraho. Dia memasarkan jamur tiram baik yang masih berupa berupa baglog maupun yang jamurnya. Sejak memulai usaha sejak tahun 2014 lalu, kini dia telah memiliki pelanggan tetap dari luar daerah seperti Jepon, Cepu, dan Blora.(mol/moha)


































.md.jpg)






