Lahan Persawahan di Bojonegoro Menyusut
Senin, 25 April 2016 10:00 WIBOleh Hariyanto
Oleh Hariyanto
Kota - Lahan pertanian di Kabupaten Bojonegoro terus mengalami penyusutan. Sepanjang tahun 2015, lahan pertanian sawah di Kabupaten Bojonegoro seluas 77 ribu hektare menyusut 113 hektare.
Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanamanan Pangan dan Hultikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengungkapkan, lahan pertanaian yang mengalami penyusutan dikarenakan adanya proyek minyak di kawasan Bojonegoro wilayah barat.
Meski mengalami penyusutan, namun kata dia, hal itu tidak mempengaruhi target produksi panen. Pencapaian jumlah produksi panen justru Bojonegoro memenuhi target.
"Tahun ini saja target 907 ribu ton ini saja sudah terpenuhi, bahkan pencapaian kita di bawah dari Kabupaten Jember," ujarnya.
Zaenal menambahkan, penyusutan lahan pertanian itu selain akibat proyek minyak, para pengembang properti juga telah mengembangkan kawasan perumahan ke wilayah sawah.
“Biasanya kalau pengembang membangun kawasan perumahan di wilayah persawahan, itu kami rekomendasikan agar memberikan bantuan terhadap beberapa kelompok tani di wilayah setempat," jelasnya.
Pemberian bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan masa panen. "Tidak masalah kalau lahannya berkurang asal jumlah produksi meningkat. Misalnya di kawasan yang biasaya bisa panen sekali dengan adanya bantuan pompa atau pembangunan irigasi dari pengembang, petani bisa melakukan panen hingga dua atau tiga kali," ujarnya.
Sementara itu, produksi padi di Bojonegoro pada tahun 2014 mencapai 6,5 ton per hektare, sementara produksi padi pada tahun 2015 mencapai 7,48 ton per hektare. Luas wilayah sawah tadah hujan di Bojonegoro 41.371 hektare sedangkan lahan sawah irigasi sekitar 36.151 hektare. (har/kik)
ilustrasi www.bandungbisnis.com












































.md.jpg)






