News Ticker
  • Sambut Milad ke-40, STIT Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Seminar Nasional tentang Pendidikan
  • Mie Ayam Brutal Rahayu di Jalan Pemuda Bojonegoro, Kuliner dengan Banyak Pilihan Menu
  • Wabup Nurul Azizah Tegaskan Pentingnya Pelayanan Informasi Publik yang Responsif di Media Sosial OPD Bojonegoro
  • DLH Blora dan Pertamina EP Cepu Bangun Polinator Garden, Jaga Ekosistem Kupu Kupu Lokal
  • Wujudkan Kemandirian Pangan Pemkab Bojonegoro Luncurkan Beras Premium Merek Rojo Nogo
  • 30 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 30 Juni 2026
  • Polres Blora Amankan Maling Motor di Todanan, Beraksi Saat Rumah Korban Kosong
  • DMI Bojonegoro Gelar Musda Lima Tahunan, Evaluasi Kepengurusan dan Siapkan Regenerasi
  • Jaga Keandalan Jalur Rel, PT KAI Lakukan Perbaikan Geometri Perlintasan Sebidang Bayeman Baureno
  • Malu Anaknya Hamil di Luar Nikah, Ibu di Balen, Bojonegoro Nekat Aborsi Pakai Obat Tukak Lambung
  • Gubernur Khofifah Pastikan Pasokan Biosolar di Jawa Timur Aman
  • Cara Mudah Membedakan Batuk Flu Biasa dengan Gejala Awal TBC Menurut Praktisi Kesehatan
  • 29 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 29 Juni 2026
  • Film The Furious Sajikan Cerita Berbalut Seni Bela Diri Pemicu Adrenalin
  • Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro Senilai Rp78 M Mulai Dikerjakan Pekan Kedua Juli 2026
  • Menilik Tradisi Ngopi dari Sisi Medis, Khasiat Jangka Panjangnya, dan Sisi Gelap Kafein bagi Tubuh
  • 28 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 28 Juni 2026
  • Kenali Enam Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Bisa Merusak Organ Ginjal Menurut Ahli Urologi
  • Pantes Budal Volume 6 Sajikan Pertunjukan Seni Reog Malam Nanti
  • Rahmat Junaidi dari Inspektorat Bojonegoro Sabet Penghargaan ASN Inspiratif dan Berintegritas dari BKN
  • 27 Juni dalam Sejarah
Sang Penggagas

Sang Penggagas

*Oleh Didik Wahyudi

Sekira empat - lima tahun lalu lelaki berperawakan gempal ini menyampaikan gagasan yang cerdas soal kesenian kerakyatan dan dolanan rakyat. Gagasan itu disampaikan di sebuah warung kopi, dan saya mendengarkan dengan serius. Lelaki yang sekarang berprofesi menjadi guru kesenian ini menyampaikan pentingnya mengemas kesenian tradisi serta dolanan rakyat yang terserak. Semua kesenian dan dolanan tersebut diidentifikasi baik yang masih bertahan maupun yang sudah punah, lalu ditampilkan kembali dalam sebuah festival dan bersanding dengan kesenian kontemporer maupun jenis kesenian lainnya.

Uniknya, kesenian tradisi dan dolanan yang diidentifikasi itu adalah milik masyarakat bantaran Sungai Bengawan Solo dari hulu sampai hilir. Perlu diketahui sungai purba ini melewati ratusan desa, puluhan kecamatan dari puluhan kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sebuah kawasan yang dikenal memiliki kehidupan yang panjang sejak zaman purba, pra sejarah hingga zaman sejarah tentu menyimpan kesenian tradisi dan dolanan yang berlimpah. Sebuah potensi yang sulit dibayangkan seberapa banyaknya dan besarnya jikalau dikumpulkan lalu ditampilkan.

Tentu tidak mudah mengidentifikasi, mengumpulkan dan menampilkan kembali dalam sebuah festival. Sebuah pekerjaan kebudayaan yang sangat merepotkan sekaligus bermanfaat untuk semua, untuk semua generasi agar lebih mengenal kembali tradisi yang dimiliki yang mungkin sudah terlupakan. Agar pekerjaan kebudayaan ini bisa mewujud dibutuhkan kerja sama dengan semua pihak. Kerja sama pelaku kesenian tradisi, para pelestari dolanan dan para budayawan dari kabupaten lain yang dilalui sungai terpanjang di Jawa ini, jika perlu pemerintah kabupaten terkait juga turun tangan.

Lelaki yang baru saja meraih penghargaan sutradara terbaik sekaligus penampilan teater terbaik tingkat nasional ini menyebut bahwa potensi kesenian tradisional sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo perlu dijaga serta dilestarikan sekaligus sebagai simbol kampanye penyelamatan lingkungan, terutama menjaga Sungai Bengawan Solo yang kini bantarannya beranjak mengalami kerusakan. Jika kerusakan atau perusakan tak distop sekarang kapan lagi, jika tak diperbaiki sekarang lalu apakah masih menunggu lagi banjir besar meluluhlantakkan segalanya. Tentu tidak, dengan kerja budaya semacam itu harapan penyelamatan lingkungan bisa dilakukan, atau mungkin masuk agenda kerja budaya.

Gagasan seniman multi talenta yang pernah bekerja sama dengan saya membuat film puisi yang telah diputar di tiga kota berbeda, juga menyebut bahwa gagasan tersebut pernah disampaikan ke beberapa pihak mulai dari seniman sukses asal Bojonegoro, pak Bupati Bojonegoro serta teman-teman pegiat kesenian. Rata-rata responnya bagus serta mendukung buktinya gagasan tersebut pernah mewujud dalam bentuk lain tapi belum sesuai harapan. Pernah digelar dalam bentuk pembacaan puisi saja di halaman kantor Disparbud, pernah juga digelar festival Bengawan Solo di Desa Ringinrejo Kecamatan Kalitidu yang masih menyisakan persoalan. Dan agak janggal memang saat acara tersebut digelar tidak melibatkan sang penggagas awal. Tapi penggagas konsep kerja kebudayaan tersebut menerimanya dengan legowo dan besar hati, sebab gagasannya telah diwujudkan oleh pihak lain meski mungkin jauh dari harapan. Tidak mengapa.

Kini konsep kerja kebudayaan tersebut sudah melibatkan sang penggagas awal meski saya tidak tahu bagaimana prosesnya, tapi ini adalah langkah yang tepat. Langkah yang baik untuk menghargai buah pemikiran seseorang, tidak asal copy paste lalu melupakan penggagasnya. Dalam proses kerja budaya ini sang penggagas juga sudah menyumbangkan pikirannya dengan membuat logo acara dengan simbol perahu dan kibaran bendera merah putih, dan logo tersebut sebagai logo resmi acara nanti tanggal 17 dan 20 September 2015. Tapi dalam proses selanjutnya sang penggagas tidak bisa turun tangan sebab ada masalah kesehatan yang harus dihadapi dan diselesaikan di meja operasi.

Mungkin Tuhan sedang bercanda dengan merencanakan sesuatu yang lebih indah lagi hingga sang penggagas harus masuk rumah sakit kembali, setelah mengalami kecelakaan setahun lalu. Lutut kiri sang penggagas bengkak dan harus naik ke meja operasi untuk membenahi lutut yang telah bergeser akibat terpeleset yang tidak dirasakan. Sudah seminggu ini Agus Sigro Budiono menunggu naik ke meja operasi di rumah sakit sebab jadwalnya molor, bahkan sebenarnya sudah mengantre sejak dua bulan lalu. Dengan kesabaran penuh Agus harus tetap menunggu sampai benar-benar dioperasi meski ditunggu kesembuhannya oleh kawan-kawan pekerja kebudayaan. Meski sudah ada yang memback-up serta membantu perannya tetap saja gagasan dan tenaganya dibutuhkan.

Saat saya sedang menulis ini, Agus masih menunggu operasi, kabarnya hari Rabu tanggal 3 September 2015 baru menjalani operasi. Semoga cepat sembuh kawan dan kembali bergabung bersama tim, ini adalah langkah awal sebagai latihan untuk mewujudkan impian lama mengumpulkan kesenian tradisi dan dolanan yang berserak sepanjang Bengawan Solo. Sebuah mimpi dan kerja besar yang akan melibatkan banyak orang tentunya. Salam

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782800886.9962 at start, 1782800887.4288 at end, 0.43263387680054 sec elapsed