Kolam Mengering, Pembenihan Ikan di BBI Ngampal Berhenti
Rabu, 23 September 2015 08:00 WIBOleh Ahmad Bukhori
Oleh Ahmad Bukhori
Sumberejo – Kekeringan dan kemarau panjang tahun ini bukan hanya berdampak pada sektor pertanian belaka namun juga pada perikanan. Salah satunya yaitu berhentinya kegiatan pembenihan ikan seperti yang terjadi di Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberejo. Sejak memasuki musim kemarau, praktis pembenihan ikan berhenti total. Sebab, kolam yang dipakai untuk pembenihan kering kerontang.
Menurut Dahlan (54), Koordinator Produksi Benih BBI Desa Ngampal, kekeringan dan kemarau tahun ini lebih parah jika dibandingkan dengan musim kemarau tahun sebelumnya. Dulu, kata dia, meski musim kemarau kolam ikan yang dipakai untuk pembenihan tidak sampai mongering dan masih tersisa air.
“Dulu proses pembenihan masih bisa dilakukan. Namun, tahun ini kolam mengering dan pembenihan berhenti,” ujarnya ditemui BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Rabu (23/09).
Dahlan mengungkapkan, upaya pengairan kolam sebetulnya sudah dilakukan, Namun, acapkali dilakukan pengairan dari saluran irigasi terdekat air irigasi tidak mencukupi sementara para petani pun juga membutuhkan itu. Sebab itu, kondisi kolam kini dibiarkan kering kerontang. Sejak bulan Juli lalu proses pembenihan ikan terhenti. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, media atau kolam untuk pembenihan ikan mengering,” keluhnya.
Dahlan menambahkan, Balai Benih Ikan ini menginduk pada Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro. Tiap panen produksi ikan dikirim ke Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro. Kemudian, pihak Disnakan Bojonegoro yang berhak mendistribusikan ikan - ikan ini ke masyarakat. Adapun jenis ikan yang dibudidaya di BBI Desa Ngampal ini di antaranya jenis nila, ikan tawes, dan ikan tombro. "Untuk sementara waktu induk ikan ikan tersebut di ungsikan ke BBI Mojoranu Kecamatan Dander dan mulai pembenihan lagi saat musim hujan,” pungkasnya. (ori/kik)


































.md.jpg)






