Revolusi Jiwa untuk Dekatkan Psikologi Orang Tua dan Anak
Kamis, 02 Maret 2017 12:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro Kota – Pemkab Bojonegoro menyadari bahwa salah satu cara penting meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan. Di antaranya dengan meningkatkan partisipasi pendidikan di semua kalangan, khususnya anak-anak usia sekolah.
Hal itu ditegaskan oleh Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto dalam pengukuhan orang tua asuh bagi warga kurang mampu dan anak sekolah di beberapa kecamatan di Bojonegoro seperti Kapas, Balen, Bojonegoro, Dander, Sukosewu, Temayang dan Bubulan, hari ini, Kamis (02/03/2017) di Pendapa Pemkab Bojonegoro.
Kang Yoto juga memaparkan tentang pengaruh jarak sosial dalam meningkatkan partisipasi pendidikan ini. Kata dia, jarak sosial berbeda dengan jarak fisik. Jarak fisik bisa dekat, namun tidak dengan jarak sosial.
Jarak sosial dan fisik ini, kata Bupati, jika ingin didekatkan harus melalui pendekatan psikologi, yakni mendekatkan dengan hati. Maka para pemimpin harus mendoakan mereka yang dipimpin. Ini adalah hal yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bahwa seorang pemimpin harus senantiasa mendoakan rakyatnya.
Bupati memberi ilustrasi mengenai hubungan di dalam sebuah rumah. Orang-orang dalam satu rumah bisa saja terpisah jaraknya secara psikologis. “Hari ini kita mengajak anak yatim dan orang miskin dalam jiwa kita ini adalah revolusi jiwa. Revolusi jiwa ini adalah hati yang memaafkan, hati yang penuh kasih,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Drs Hanafi dalam laporannya menyampaikan jumlah anak putus sekolah di Kecamatan Balen, Kapas, Dander, Bojonegoro, Bubulan, Temayang dan Sukosewu mencapai 8.677. Sementara Rumah Tangga Miskin mencapai 40.147 keluarga, sehingga individu miskin mencapai 126.490 orang.
Adapun yang dikukuhkan hari ini adalah untuk wilayah tengah mulai Kepala Desa, Kepala UPT, Kepala Puskesmas, Pengawas, Penilik sekolah, Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK di 7 kecamatan itu. Mereka adalah orang tua asuh bagi anak anak putus sekolah dan warga miskin. (her/moha)











































.md.jpg)






