Cantika Wahono Dikukuhkan Sebagai Ibunda Guru PGRI Bojonegoro
Jumat, 03 April 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro memasuki babak baru dengan pengukuhan Dr Hj Sri Budi Cantika Yuli Wahono, atau yang akrab disapa Cantika Wahono, sebagai Ibunda Guru oleh PGRI Kabupaten Bojonegoro. Prosesi sakral ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Pengurus Cabang dan Cabang Khusus PGRI Masa Bakti XXII di Pendopo Malowopati pada Kamis kemarin.
Hadir dalam momentum strategis tersebut Ketua PGRI Jawa Timur, Ketua PGRI Bojonegoro, serta Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro. Dalam arahannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyoroti besarnya tantangan zaman, mulai dari arus informasi media sosial hingga pergeseran sosial yang sangat cepat, yang menuntut peran guru lebih dari sekadar pengajar.
"Kalau pendidik itu punya kewajiban sampai ke etika, tata krama, dan norma," ujar Bupati Setyo Wahono menekankan perbedaan mendasar antara mentransfer ilmu dan membentuk karakter.
Bupati mengingatkan bahwa meskipun tugas administratif guru memang penting, esensi utama sebagai pendidik jauh melampaui hal tersebut. Ia meminta para guru untuk melek digital agar mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul demi masa depan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.
"Saya minta tolong Bapak Ibu guru harus paham betul era digitalisasi ini," tegasnya.
Selain adaptasi teknologi, Bupati Setyo Wahono juga memberikan catatan khusus mengenai perilaku di lingkungan sekolah. Ia meminta para guru menjadi uswatun hasanah atau teladan nyata bagi siswa, salah satunya dengan tidak merokok di area pendidikan. Jangan merokok di lingkungan tempat tugas Bapak Ibu guru sekalian, pesan Bupati dengan lugas.
Sementara itu, Cantika Wahono dalam pidato pengukuhannya menyatakan bahwa amanah sebagai Ibunda Guru merupakan panggilan pengabdian. Ia memahami beban administratif serta tantangan psikososial yang menghimpit para guru saat ini, dan berkomitmen untuk menjadi mitra yang suportif.
"Peran Ibunda Guru sebagai mitra strategis bagi PGRI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Juga harus mampu menjadi penggerak, pemberi motivasi sekaligus juga inspirasi bagi kita semuanya," tutur Cantika Wahono.
Ia memaparkan visinya untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat. Fokus utamanya adalah meningkatkan kompetensi sekaligus memperhatikan kesejahteraan guru agar mereka dapat menjalankan peran dengan maksimal.
"Mudah-mudahan guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembimbing dan teladan, terutama di dalam membentuk nilai dan karakter anak didik kita," tambahnya.
Momentum pengukuhan ini diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong bagi seluruh elemen pendidikan di Bojonegoro. Dengan sinergi yang kuat, era baru pendidikan di daerah ini diharapkan mampu melahirkan generasi cerdas berkarakter yang siap bersaing di kancah global.












































.md.jpg)






