Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Bojonegoro 2026–2031: Fokus pada Profesionalisme dan Sertifikasi CPOB
Jumat, 03 April 2026 16:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pendopo Malowopati menjadi saksi bisu pengukuhan kepengurusan baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2026–2031 yang berlangsung khidmat pada Kamis (02/04/2026) kemarin. Prosesi pelantikan ini dihadiri langsung oleh Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta jajaran Forkopimda dan relawan.
Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa profesionalisme dan kepercayaan publik adalah fondasi utama bagi PMI sebagai lembaga kemanusiaan. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat memberikan dampak nyata dan menjadi sandaran harapan bagi warga.
"Kita berharap PMI ini profesional, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya, serta mampu memberikan harapan dan peningkatan yang baik bagi masyarakat Bojonegoro," ujar Bupati Setyo Wahono.
Bupati juga memberikan perhatian khusus pada aspek teknis pengelolaan darah. Ia menegaskan bahwa standar operasional, mulai dari pengambilan hingga penyimpanan, tidak boleh ditawar guna menjamin kualitas bagi pasien yang membutuhkan. Menurutnya, seluruh proses harus runtut dan benar sesuai standar kesehatan yang berlaku. Selain itu, ia mengajak semua pihak untuk memasifkan edukasi donor darah kepada masyarakat luas.
"Saya minta tolong untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar mau donor darah," tambahnya.
Gayung bersambut, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo memberikan apresiasi serta mengingatkan para pengurus mengenai pakta integritas yang telah diucapkan. Imam mengungkapkan bahwa PMI Bojonegoro saat ini tengah dipersiapkan untuk meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM, sebuah standar tinggi dalam pengolahan darah.
"Saya mengucapkan selamat, dan apa yang telah diucapkan dalam pakta integritas harus benar-benar dilaksanakan. Mudah-mudahan tahun ini sertifikasi CPOB bisa selesai. Saya yakin Bojonegoro mampu melaksanakannya dengan baik," ungkap Imam Utomo optimis.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro yang baru dilantik, Ninik Susmiati, menegaskan bahwa momentum ini merupakan titik awal pengabdian yang lebih progresif. Ia meminta seluruh jajarannya untuk segera menyusun program kerja yang solutif dan bekerja dengan penuh keikhlasan.
"Pelantikan ini bukan seremonial, tetapi komitmen untuk melayani masyarakat secara cepat dan lebih baik. Mari kita merapatkan barisan, menyusun program kerja yang solutif, dan bekerja dengan ikhlas," tutur Ninik.
Ninik menargetkan dalam lima tahun ke depan, PMI Bojonegoro akan fokus pada penguatan stok darah dan peningkatan ketahanan masyarakat terhadap bencana. Salah satu prioritas utamanya adalah memastikan Unit Donor Darah (UDD) PMI Bojonegoro segera mengantongi sertifikasi CPOB.
"Kita harus bangga karena UDD PMI Bojonegoro menjadi salah satu yang diprioritaskan untuk segera tersertifikasi CPOB, sehingga kualitas dan keamanan darah benar-benar terjamin bagi masyarakat," pungkasnya.












































.md.jpg)






