Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem El Nino Godzilla, Ini Deretan Bahan Pangan untuk Jaga Cairan Tubuh
Sabtu, 04 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Fenomena panas ekstrem yang kerap dijuluki El Nino Godzilla kini mulai dirasakan di berbagai wilayah Indonesia. Meskipun hujan lebat masih sesekali turun, cuaca terik yang menyengat pada pagi hingga siang hari sering kali membuat tubuh cepat merasa haus, lelah, dan tenggorokan terasa kering. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih jeli dalam memilih asupan agar terhindar dari risiko dehidrasi akut.
Fenomena panas ekstrem seperti ini sering dikaitkan dengan El Nino kuat yang kerap dijuluki sebagai El Nino Godzilla. Tubuh akan bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil, ungkap Mhd. Aldrian, S.Gz, seorang ahli gizi dalam keterangannya di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa ketika suhu udara meningkat, cairan dan mineral penting dalam tubuh akan menyusut lebih cepat melalui keringat. Jika tidak diimbangi dengan asupan yang tepat, hal ini dapat memicu sakit kepala hingga kelelahan yang berlebihan.
Untuk menjaga keseimbangan cairan, terdapat beberapa jenis makanan dan minuman segar yang sangat disarankan untuk dikonsumsi. Semangka menjadi pilihan utama karena memiliki kandungan air mencapai 92 persen yang sangat efektif membantu mengisi kembali cairan tubuh yang hilang. Selain itu, buah mentimun juga memiliki khasiat serupa dengan kadar air yang sangat tinggi serta memberikan sensasi dingin yang menyegarkan secara alami.
Pilihan lain yang tak kalah penting adalah air kelapa yang kaya akan elektrolit alami. Air kelapa dinilai lebih unggul dalam menghidrasi tubuh dibandingkan air putih biasa karena mengandung kalium dan magnesium yang diperlukan untuk memulihkan energi setelah terpapar panas. Buah-buahan sitrus seperti jeruk dan stroberi juga direkomendasikan karena selain tinggi kandungan air, keduanya kaya akan vitamin C yang dapat memperkuat daya tahan tubuh di tengah cuaca yang tidak menentu.
Sayuran hijau seperti selada dan seledri juga bisa menjadi alternatif cerdas untuk menjaga hidrasi dari dalam melalui makanan sehari-hari. Sayuran ini tidak hanya mengandung air, tetapi juga serat yang membantu proses metabolisme tubuh tetap berjalan lancar meski suhu udara sedang tinggi. Terakhir, konsumsi yoghurt tawar atau yogurt rendah gula juga disarankan karena mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan serta membantu memberikan rasa sejuk di perut.
Melalui pemilihan nutrisi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat tetap beraktivitas dengan produktif tanpa harus mengkhawatirkan dampak buruk dari cuaca panas ekstrem. Kuncinya bukan hanya sekadar minum air dalam jumlah banyak, melainkan juga mengonsumsi bahan pangan yang mampu menahan cairan lebih lama di dalam sel tubuh. Dengan pola makan yang terjaga, risiko gangguan kesehatan akibat sengatan panas dapat diminimalisir secara efektif.











































.md.jpg)






