Sejumlah Penyakit yang Kerap Muncul Setelah Lebaran
Senin, 23 Maret 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Masyarakat perlu mewaspadai ancaman penyakit yang sering muncul pasca-perayaan Lebaran akibat perubahan pola makan yang drastis. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, sistem pencernaan manusia memerlukan masa transisi untuk kembali ke pola makan normal, namun jamuan khas hari raya yang kaya lemak, gula, dan santan sering kali diabaikan.
Beberapa gangguan kesehatan yang paling sering dikeluhkan masyarakat adalah masalah pencernaan seperti diare, sembelit, hingga dispepsia akibat konsumsi makanan pedas dan bersantan secara berlebihan. Selain itu, lonjakan kadar kolesterol dan asam urat menjadi risiko serius bagi mereka yang tidak mengontrol asupan daging serta jeroan selama silaturahmi berlangsung.
Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes juga rawan mengalami kekambuhan jika konsumsi makanan asin serta minuman manis tidak dibatasi. Gejala seperti pusing, cepat lelah, hingga nyeri sendi sering kali menjadi sinyal bahwa tubuh telah melampaui batas toleransi asupan makanan tertentu selama perayaan Idul Fitri.
Guna menghindari risiko tersebut, penting bagi setiap individu untuk kembali menerapkan pola makan gizi seimbang dan memperbanyak konsumsi air putih serta serat dari buah dan sayur. Melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin pasca-Lebaran juga sangat dianjurkan untuk membantu membakar kalori berlebih dan menjaga metabolisme tubuh tetap stabil.
Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri, seperti cek tensi atau kadar gula darah, dapat menjadi langkah preventif yang bijak. Dengan menjaga pola hidup sehat setelah hari raya, momen kemenangan dapat dinikmati dengan kondisi tubuh yang tetap prima untuk kembali beraktivitas normal.











































.md.jpg)






