Hati-Hati Penyakit Mengintai Akibat Konsumsi Makanan Berlemak Berlebihan Saat Lebaran
Senin, 30 Maret 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga pola makan dan tidak kalap saat mengonsumsi hidangan khas Lebaran yang umumnya tinggi lemak, santan, dan gula. Dokter memberikan peringatan keras mengenai potensi munculnya berbagai penyakit degeneratif yang sering kali kambuh atau muncul justru setelah masa perayaan hari raya berakhir.
Kondisi ini dipicu oleh perubahan pola makan yang drastis dari masa puasa menuju konsumsi makanan berat dalam porsi besar. Beberapa penyakit yang patut diwaspadai di antaranya adalah kolesterol tinggi, asam urat, hingga peningkatan kadar gula darah secara signifikan. Dokter menekankan bahwa akumulasi lemak jenuh dari hidangan seperti rendang, opor, dan gulai dapat memperberat kerja jantung dan sistem pencernaan jika dikonsumsi tanpa kontrol.
Selain gangguan metabolisme, konsumsi makanan berlemak secara berlebihan juga berisiko memicu masalah pencernaan akut seperti diare atau konstipasi. Dokter menyarankan agar setiap hidangan berlemak selalu dibarengi dengan asupan serat yang cukup dari sayur-sayuran dan buah-buahan untuk membantu proses pengolahan makanan di dalam tubuh.
Pihak medis juga menyoroti pentingnya menjaga hidrasi dengan memprioritaskan air putih dibandingkan minuman manis atau bersoda yang sering tersaji di meja tamu. Langkah sederhana seperti membatasi porsi makan dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan di sela-sela silaturahmi sangat dianjurkan untuk membakar kelebihan kalori yang masuk.
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih menu makanan agar momen kebersamaan bersama keluarga tidak terganggu oleh masalah kesehatan yang sebenarnya bisa dicegah. Penyesuaian pola makan secara bertahap pasca Lebaran menjadi kunci utama untuk mengembalikan kebugaran tubuh dan menghindari komplikasi kesehatan dalam jangka panjang.
Editor: Mohamad Tohir, Publisher: Mohamad Tohir











































.md.jpg)






