Bill Gates Ungkap Tiga Profesi yang Paling Aman dari Disrupsi AI
Rabu, 25 Maret 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kian masif dan mulai merambah berbagai lini kehidupan, termasuk pasar tenaga kerja. Kekhawatiran bahwa teknologi ini akan menggantikan peran manusia pun semakin menguat.
Fenomena tersebut tercermin dari hasil survei YouGov yang ditugaskan oleh National Foundation for Educational Research (NFER). Sebanyak 53% pekerja meyakini bahwa otomatisasi atau AI berpotensi memengaruhi pekerjaan mereka dalam satu dekade ke depan, sementara 32% lainnya menilai hal tersebut kecil kemungkinan terjadi.
Di tengah kekhawatiran tersebut, pendiri Microsoft Bill Gates mengungkapkan bahwa hanya segelintir profesi yang dinilai mampu bertahan dari gelombang disrupsi AI. Setidaknya ada tiga bidang pekerjaan yang disebut memiliki ketahanan lebih kuat.
Daftar Profesi yang Paling Aman dari Disrupsi AI:
1. Ahli Biologi
Pertama, profesi di bidang biologi. Gates menilai AI memang dapat membantu riset dan pengembangan di sektor ini, namun belum mampu sepenuhnya menggantikan peran manusia. Kompleksitas sistem biologis membutuhkan pemahaman mendalam, intuisi, serta kreativitas yang hingga kini masih menjadi keunggulan manusia.
Selain itu, proses ilmiah sangat bergantung pada penilaian dan interpretasi manusia, sesuatu yang dinilai sulit direplikasi oleh AI secara utuh.
2. Ahli Energi
Kedua, sektor energi. Menurut Gates, industri ini membutuhkan pengambilan keputusan dengan tingkat risiko tinggi, baik dalam energi fosil, nuklir, maupun energi terbarukan. Faktor keselamatan serta dinamika permintaan energi global yang tidak menentu membuat peran manusia tetap krusial, terutama dalam pengelolaan krisis dan pengambilan keputusan strategis.
3. Programmer
Ketiga, profesi pemrogram. Meski AI kini telah mampu menghasilkan kode secara otomatis, keberadaan teknologi tersebut tetap bergantung pada manusia. Pemrogram dibutuhkan untuk merancang, mengawasi, serta memperbaiki sistem ketika terjadi gangguan, bug, atau kegagalan fungsi.
Di sisi lain, sejumlah pekerjaan justru dinilai memiliki tingkat risiko tinggi terdampak AI. Dalam laporan Microsoft pada 2025, beberapa profesi dengan potensi tumpang tindih terbesar dengan AI antara lain penerjemah dan juru bahasa, sejarawan, matematikawan, penyunting naskah, hingga jurnalis.
Namun demikian, peneliti senior Microsoft, Kiran Tomlinson, menegaskan bahwa studi tersebut tidak serta-merta menunjukkan AI akan menggantikan pekerjaan. Penelitian itu lebih berfokus pada sejauh mana pekerjaan dapat memanfaatkan chatbot AI untuk meningkatkan produktivitas.
Dengan demikian, alih-alih sepenuhnya menggantikan manusia, AI lebih berpotensi menjadi alat pendukung yang mengubah cara kerja di berbagai sektor.
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir











































.md.jpg)






