Petani Genjot Produksi Padi, Bojonegoro Surplus 750 Ribu Ton
Rabu, 08 Maret 2017 12:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Bojonegoro – Hujan pada sepanjang tahun 2016 lalu membuat para petani di Bojonegoro menanam padi sampai 3 kali. Padahal di tahun-tahun biasanya, petani menanam padi dua kali. Kondisi ini menjadikan hasil pertanian padi di Bojonegoro meningkat.
Keterangan itu disampaikan Bupati Bojonegoro Drs H. Suyoto MSi saat berpidato dalam kegiatan panen raya padi dan serap gabah di Desa Samberan Kecamatan Kanor pada Rabu (08/03/2017)pagi. Kegiatan ini dikunjungi oleh Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman dan sejumlah anggota DPR RI dan Dandim serta Kapolres Bojonegoro.
"Tahun 2015 Mentan datang tepat waktu dengan membawa bantuan pompa air sehingga puso tidak terjadi. Ditahun 2016 dari kesepatakan tanam 2 kali banyak petani yang menanam 3 kali sehingga produksi dari 907.000 ton meningkat menjadi 1.050.000 surplus 750.000 ton padi kita," kata Bupati Suyoto.
Menurut Bupati, tahun 2017 ini, lahan tani Bojonegoro terancam hama seluas 1.500 hektare. Yang terserang tidak puso, namun produksinya menurun, dari yang biasanya 8 ton menjadi 5 ton. Oleh karenanya untuk mengantisipasi hama pemerintah akan melakukan jeda tanam.
Saat ini, kata bupati, masalah petani adalah harga gabah yang anjlog. Kedatangan Mentan dengan instruksi agar membeli gabah di Bojonegoro akan membawa angin segar bagi petani di bumi Angling Dharma ini.
"Bojonegoro tak hanya komoditas padi yang meningkat antara lain komoditas jagung,kedelai dan jambu yang menjadi komoditas unggulan di Bojonegoro. kita tengah membangun jaringan irigasi senilai 7 milyar rupiah berbasis bengawan solo. Kita juga menggalakkan asuransi pertanian tahun lalu kita mampu klaim asuransi senilai 4 milyar rupiah diwilayah Kecamatan Kanor, Sumberejo,Baureno dan Kapas," pungkas Bupati.
Mentan Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya mengapresiasi program Bupati Bojonegoro. Salah satunya adalah 1000 embung yang telah berhasil digalakkan oleh pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Dari kisah keberhasilan Kabupaten Bojonegoro maka tahun ini pemerintah akan bangun 30 ribu embung di seluruh wilayah indonesia. Keberhasilan lain yang berhasil diraih Bojonegoro adalah di tahun ini saja klaim asuransi di Bojonegoro mencapai 4 miliar rupiah.
"Kepada pengelola asuransi petani, jika ingin menjadi partner pemerintah dalam hal asuransi pertanian ini hendaknya klaim tidak boleh lebih dari 1 bulan kalau bisa maksimal 1 minggu supaya petani bisa langsung tanam," tegas Menteri Pertanian.
Kedatangan di Kabupaten Bojonegoro kali ini setelah melihat pemberitaan di media massa dimana harga gabah masih jauh dari harapan petani. Roadshow ini, lanjutnya adalah untuk mengetahui sekaligus mendengar langsung apa yang dibutuhkan oleh petani kita harus dengarkan keluhan petani. Untuk mensiasati kandungan air, dirinya memberikan tips kepada petani agar jangan panen pagi hari antara jam 6-7 kadar air masih tinggi. Jika panen siang kadar air hanya 20 persen.
"Sesuai Permenpan dimana jika gabah kadar lebih dari 25 persen sudah aturannya namun jika kadar air tak sampai 25 persen maka harga minimal 3.700 rupiah perkilogram," sambungnya.
Masih dalam kesempatan ini Mentan Andi Amran Sulaiman menguji Babinsa dan PPL untuk mengutarakan dengan jujur kondisi dilapangan . Masalah yang terjadi adalah pembelian gabah yang masih sulit. PPL dan Babinsa agar bisa serap 500 ribu ton gabah petani di Bojonegoro. Terakhir adalah PPL usia diatas 35 tahun agar tetap optimus, saat ini pihaknya tengah berusaha memperjuangkan nasib para PPL yang berusia diatas 35 tahun. Diakhir kegiatan kunjungan di Bojonegoro ini Mentan berkenan menyerahkan bantuan bibit cabe kecil dan mesin penetas diterimakan kepada Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana serta Bantuan bibit padi, jagung dan bibit kedelai,benih bawang merah kepada beberapa kelompok tani. (ver/moha)












































.md.jpg)






