Bulog Siap Beli Gabah Kering Petani Rp 3700 Perkilogram
Rabu, 08 Maret 2017 13:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Bojonegoro - Permasalahan petani saat panen adalah murahnya harga gabah, sehingga mereka merugi. Merespons itu, Bulog menegaskan siap membeli gabah dari para petani langsung.
Hal itu disampaikan Direktur Perum Bulog Wahyu Supariono yang turut serta dalam acara panen raya di Desa Samberan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro pagi ini, Rabu (08/03/2017) yang dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.
Kunjungan kerja Andi Amran ini didampingi oleh pejabat di lingkup Kementerian Pertanian, juga beberapa pihak lain mulai Direktur Perum Bulog, Aster Kepala Staf Angkatan Darat, juga anggota DPR RI dan DPD RI.
“Pejabat harus mengetahui masalah para petani, dan jangan menjadi pahlawan kesiangan. Bulog selaku operator siap segera serap jika sejalan dengan Inpres Nomer 5 tahun 2011. Bulog jaga stok nasional 4 juta ton dan khusus Jawa Timur diprediksikan akan menyerap 1 juta ton gabah dari petani,” kata Wahyu Supariono.
Dia mengatakan, Perum Bulog tidak mempersulit semua aturan yang sudah ada di Kementerian Pertanian tentang pembelian gabah petani. Jika kadar air 25 persen maka akan dibeli dengan harga 3.700 rupiah perkilogram gabah kering panen. “Tak ada yang mempersulit selama sudah sesuai dengan ketentuan yang sudah di berlaku," katanya.
Hal senada disampaikan Aster Kasad Mayor Jendral, Komarudin Simanjutak. Dia menegaskan kehadirannya untuk menyerap gabah petani sebesar besarnya dengan HPP pemerintah Rp 3.700. “Jika ada yang bermain atau merugikan petani maka akan berhadapan langsung dengan pemerintah dan TNI,” katanya
Pihaknya akan membentuk satgas untuk mengawasi pembelian gabah. Satgas itu akan menangkap para pelaku kecurangan. Dia meminta masyarakat untuk melapor bila terjadi permainan.
"Tidak adalagi jarak antara PPL, Bulog, TNI dan Polri semua adalah kesatuan. Untuk mendekatkan layanan maka posko bulog akan didekatkan dengan petani dan apabila ada tengkulak yang bermain untuk segera laporkan pada satgas atau ditangkap,” tegasnya. (ver/moha)












































.md.jpg)






