Pembelajaran Langsung, SD Muda Bojonegoro Field Trip Ke Yogyakarta
Minggu, 02 April 2017 16:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Yogyakarta - Riuh suara anak-anak SD Muhamaddiyah 2 Bojonegoro ‘Mudabo’ memenuhi bus pariwisata sepanjang perjalanan menuju Yogyakarta. Perjalanan yang dilakukan pada Sabtu (25/03/2017) pukul 05.00 pagi itu tak menyurutkan semangat mereka untuk bernyanyi di dalam bus. Mereka adalah kelas 4 dan 5 SD Mudabo yang tergabung dalam Kelas Ahmad Dahlan, didampingi oleh para pendamping terdiri dari jurnalistik, fotografi, dan IT. Perjalanan Field Trip ini berlangsung selama dua hari, hingga esoknya, Minggu (26/03/2017).
Kegiatan itu merupakan upaya sekolah untuk mengenalkan lingkungan luar sekaligus penerapan lapangan atas pembelajaran yang telah mereka terima. Sebab, pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, melainkan juga di luar.
"Sebagai pengenalan lingkungan, SD Muhammadiyah Bojonegoro melaksanakan field trip ke Yogyakarta dengan tujuan Candi Prambanan, Museum Dirgantara dan Taman Pintar," kata Kepala SD Mudabo, Ustadzah Cebeng Al Hudayatul Ustadza.
Di hari pertama tujuannya adalah Candi Prambanan. Esoknya baru ke Museum Dirgantara dan Taman Pintar. Sayangnya, saat sampai di Candi Prambanan hujan mengguyur deras. Semua peserta berlarian mencari tempat teduh untuk berlindung dari hujan. Ada juga yang menyewa payung yang disediakan pengelola wisata. Meski rencana yang disusun kurang sempurna lantaran hujan, tetapi tidak mengurangi rasa gembira mereka. Bahkan mereka nampak menikmati. Mereka tetap ke sana kemari menembus hujan.
Hari kedua menuju museum Dirgantara yang berisikan pesawat perang zaman dulu dan juga replikanya yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan. Di museum inilah, anak-anak sibuk mengerjakan tugas yang mereka dapatkan. Baik dari kelas jurnalistik, IT maupun fotografi. Mereka mengeluarkan kamera maupun HP untuk mendokumentasikan benda-benda yang ada di museum.
Zufar, salah satu peserta Field Trip mengaku senang dengan kegiatan ini. Sebab dia bisa mengeksplore lebih jauh kemampuan fotografinya.
"Di sini, minta untuk mengambil foto bayangan. Dan aku mendapatkannya melalui kaca-kaca yang ada di museum," katanya.
Kaca yang dimaksud merupakan kaca dari lemari yang berisikan benda-benda bersejarah seperti jenis kamera yang digunakan dari berbagai zaman. Juga berisi foto dan seragam perwira TNI Angkatan Udara yang telah berjasa untuk bangsa. Bahkan beberapa nama pahlawan ada yang digunakan sebagai nama bandara udara saat ini. (ver/moha)











































.md.jpg)






