Sentra Industri Olahan Kayu di Bojonegoro Masih Kuat
Kamis, 06 April 2017 15:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Bojonegoro Kota - Produksi olahan meubel kayu jati di Bojonegoro yang berada di sepanjang Jalan Brigjen Sutoyo Desa Sukorejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro saat ini masih kuat. Terbukti dengan banyaknya toko meubel yang masih beroperasi di sana.
Ketersediaan bahan baku industri olahan kayu ini didukung luas wilayah hutan yang mencapai 40 persen luas keseluruhan Kabupaten Bojonegoro. Bahkan Desa Sukorejo telah dinobatkan sebagai desa wisata di Bojonegoro.
Salah satu pemilik toko industri olahan kayu yakni Guntur. Saat ini usahanya masih terus menerima pesanan baik dari dalam maupun luar negeri. Dia menuturkan, paling banyak dipesan yakni kursi dan meja minimalis senilai Rp 8 juta. Akan tetapi dia lebih menawarkan kursi bergaya eropa klasik dengan harja jual Rp 25 juta per set.
"Gaya eropa klasik lebih elegan untuk dipasang di ruang tamu, dibanding dengan kursi minimalis," kata Guntur.
Selain itu pihaknya juga menerima pesanan almari. Untuk harganya tergantung dengan besar kecil dan jenis bahan baku yang diminta pemesan. Dalam sebulan pihaknya bisa menerima pesanan senilai Rp 50 juta.
"Kami juga pernah mengirim ke Brunai, Singapura, Iran, India. Biasanya mereka datang sendiri kemari untuk melakukan pesanan sekaligus melihat kayu dan produksi kami," ungkapnya.
Dia mengaku, belum pernah memasarkan secara online. Sebab pesanan yang dia terima saja sudah kewalahan. Tetapi arah ke depan dia berniat untuk membuat toko online. Untuk bahan baku sendiri, dia menggunakan jati asli Bojonegoro.
"Jati Bojonegoro itu paling bagus. Beberapa kali saya menang tender di Jakarta karena membawa jati Bojonegoro. Sekaligus mengangkat nama Bojonegoro," pungkasnya. (ver/tap)












































.md.jpg)






