Warga Desa Napis Terbiasa dengan Banjir dan Longsor
Rabu, 03 Mei 2017 08:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro – Warga Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, seperti sudah akrab dengan bencana banjir bandang dan longsor. Letak desa ini yang berada di bawah perbukitan dan gunung yang kondisi hutannya rusak membuat kawasan desa ini rawan terjadi bencana.
Letak Desa Napis juga terpencil. Beberapa dusun di desa ini terpisah antara satu dengan lainnya dengan sungai. Banyak jembatan yang harus dilalui untuk menuju satu dusun dengan dusun lainnya. Kondisi geografis desa juga naik turun di daerah perbukitan.
Saat terjadi hujan deras beberapa waktu lalu, Kali Napis dan Kali Dandang yang berada di desa ini meluap dan menyebabkan terjadinya banjir bandang. Banjir bercampur lumpur. Banjir menerjang permukiman warga di Dusun Napis, Windu, dan Doplang.
Menurut Sutari, 56, warga Desa Napis, penduduk Desa Napis sebenarnya sudah terbiasa dengan bencana banjir dan longsor. Sebab, kata dia, lokasi desa yang berada di lereng Gunung Sriwing dan Gunung Ngancik, memang rawan terjadi banjir dan longsor. Apalagi, kata dia, kondisi hutan memang banyak yang rusak.
“Desa Napis ini memang letaknya terpencil dan berada di daerah rawan bencana banjir dan longsor,” ujarnya, Rabu (03/05/2017).
Menurutnya, banjir paling parah memang terjadi beberapa waktu lalu. Banjir luapan Kali Pacal dan Kali Dandang menerjang dan menyeret beberapa bangunan rumah milik warga. Rumah warga yang berdinding kayu dan sasak bambu terseret derasnya banjir.
“Warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman. Banjir sampai dua minggu,” ujarnya. (her/kik)












































.md.jpg)






